Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Prananda, Basarah, dan Budi Gunawan Muncul Sebagai Kandidat Kuat Sekjen Baru PDIP

Top Post Ad

Sekjen PDIP Ungkap Pihak yang Gagalkan Anies Maju Pilkada 2024 - Berita Liputan6.com

Repelita Jakarta - Pergeseran posisi Sekretaris Jenderal di tubuh PDI Perjuangan kian ramai diperbincangkan publik setelah muncul kabar Hasto Kristiyanto akan digantikan dalam waktu dekat.

Beberapa nama santer disebut berpeluang besar menempati kursi strategis tersebut, mulai dari Prananda Prabowo, Ahmad Basarah, hingga Jenderal (Purn) Budi Gunawan.

Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menyampaikan pada Minggu 3 Agustus 2025 bahwa rangkap jabatan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum sekaligus Sekjen hanya bersifat sementara untuk menjaga konsolidasi partai.

Ia menilai dalam waktu tidak terlalu lama, posisi Sekjen baru akan segera diumumkan demi mengokohkan soliditas organisasi.

Di antara beberapa nama, Prananda Prabowo dianggap sebagai figur yang memiliki kesiapan baik dari sisi struktur maupun ideologi karena posisinya yang selama ini berperan sebagai pengendali informasi dan strategi partai.

Sebagai putra Megawati, Prananda juga diyakini diterima oleh mayoritas faksi di internal PDIP sehingga kecil kemungkinan muncul gesekan politik.

Selain Prananda, Ahmad Basarah juga muncul sebagai calon kuat berkat pengalaman panjangnya di parlemen dan struktur partai.

Basarah pernah menjabat Wakil Ketua MPR RI dan juru bicara resmi partai, serta dipercaya mengemban tugas di jajaran DPP untuk periode terkini.

Sosok Budi Gunawan pun tak kalah menarik perhatian publik karena rekam jejak panjangnya bersama Megawati maupun Prabowo.

Meskipun tidak tercatat sebagai kader resmi PDIP, BG memiliki hubungan historis yang erat dengan elite partai dan menjadi salah satu tokoh penting dalam upaya rekonsiliasi Jokowi–Prabowo usai Pilpres 2019.

Kini menjabat Menko Polhukam, BG dinilai memiliki kapasitas manajerial dan kemampuan strategi yang dibutuhkan untuk menduduki posisi Sekjen, apalagi dengan latar belakangnya sebagai mantan Kepala BIN selama delapan tahun.

Jejaring politik BG dianggap bisa menjembatani dinamika antara kubu internal PDIP, Jokowi, dan Prabowo, yang masih menjadi tiga poros berpengaruh di konstelasi politik nasional.

Sementara itu, situasi hukum yang tengah dihadapi Hasto Kristiyanto menjadi alasan sebagian pihak mendorong adanya penyegaran di jabatan Sekjen demi menjaga stabilitas dan soliditas partai.

Menurut Jamiluddin, pergantian Sekjen menjadi langkah penting untuk memastikan partai tetap adaptif menghadapi tantangan politik di masa depan.

Ia menilai rotasi kepemimpinan akan mendorong munculnya gagasan segar agar PDIP tetap relevan di tengah dinamika politik yang terus berkembang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved