Repelita Jakarta - Pertemuan antara Mantan Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Prof Koentjoro, dengan Rismon Sianipar memanas ketika keduanya hadir di acara Rosi Kompas TV pada Kamis, 31 Juli 2025.
Dalam acara tersebut, Prof Koentjoro secara gamblang memarahi Rismon Sianipar yang disebutnya merusak nama baik UGM lantaran mendesak pembuktian ijazah Presiden Joko Widodo yang dianggap palsu oleh pihak Rismon.
Prof Koentjoro menegaskan di hadapan pembawa acara Rosiana Silalahi bahwa Jokowi benar tercatat sebagai alumnus Fakultas Kehutanan UGM, dengan bukti akademik dan saksi-saksi yang mendukung, mulai dari dosen hingga teman kuliah.
Ia pun menyebut tindakan Rismon justru mencoreng reputasi almamater meski mengaku cinta kampus.
Menurut Prof Koentjoro, klaim Rismon soal jurusan teknologi kayu yang disebut-sebut tidak ada, hanyalah salah kaprah karena pada masa itu fakultas memang belum mengenal sistem penjurusan formal melainkan peminatan dosen sesuai bidang keahlian.
Koentjoro juga mempertanyakan motif Rismon yang tetap mendesak pihak kampus menunjukkan ijazah secara terbuka meski pihak rektorat sudah menghormati privasi mahasiswa sesuai aturan.
Ia menilai langkah Rismon dan beberapa pihak lain yang mempersoalkan ijazah Jokowi tidak sekadar mencari kebenaran, tetapi justru diarahkan ke panggung politik untuk merusak citra UGM di mata publik.
Dalam perdebatan tersebut, Prof Koentjoro dengan nada tinggi menuding Rismon telah ‘bermain’ dengan membiarkan para pengikutnya menyebarkan narasi kecurigaan tanpa dasar yang jelas.
Rismon membantah tudingan itu dan bersikeras bahwa aksinya semata-mata demi menjaga marwah almamater, meski Koentjoro menegaskan hal tersebut justru berbalik merugikan UGM.
Koentjoro menegaskan bahwa sebagai sesama warga kampus, dirinya tidak akan tinggal diam jika reputasi UGM terus diseret dalam polemik politik yang dinilainya tidak berdasar.
Guru Besar Psikologi UGM ini juga pernah menegaskan hal serupa dalam diskusi daring di kanal YouTube Forum Keadilan pada 21 Juli 2025 lalu, dengan menyebut Roy Suryo, Rismon, dan dr Tifa termasuk pihak yang merusak nama baik UGM.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

