Repelita Jakarta - Mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal, menyoroti kontroversi pengangkatan Kristia Budhyarto sebagai Komisaris Independen PT Pelni yang dinilai tidak layak.
Menurut Akbar, pengangkatan sejumlah komisaris BUMN, termasuk Kristia, dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan yang memadai.
Dia menjelaskan bahwa Kristia Budhyarto pernah mengajukan permohonan pekerjaan ke Jasmev pada 2014 setelah dipecat dari sebuah radio dangdut.
Akbar menyebut bahwa Kristia dikenal sebagai buzzer yang menyerang siapa saja sesuai kepentingan pembayarnya.
Namun, dosa terbesar Kristia, menurut Akbar, adalah mengaku sebagai alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) yang ternyata tidak benar.
Akbar mengungkapkan telah mengkonfirmasi langsung ke pihak Unhas di Makassar dan memastikan bahwa Kristia tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa di sana.
Dia meminta Kementerian BUMN untuk melakukan pembenahan serius di perusahaan pelat merah agar tidak semakin berantakan.
Akbar menegaskan bahwa rencana besar Presiden untuk BUMN bisa gagal jika dibiarkan dikelola oleh orang-orang seperti Kristia.
Dia menutup pernyataannya dengan menyerukan agar pejabat Kementerian BUMN seperti Rosan dan Donnie Oskaria segera membersihkan BUMN dari orang-orang bermasalah.
Tanggal posting sumber media sosial adalah 13 Agustus 2025.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

