
Repelita Tangerang - Warga Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mengungkap dugaan lokasi penyimpanan kendaraan mewah milik Kepala Desa Kohod, Arsin bin Asip. Meski demikian, warga masih terus mencari lokasi pasti tempat penyimpanan kendaraan tersebut, termasuk satu unit Rubicon dan kendaraan mewah lainnya. Semua informasi yang beredar masih bersifat dugaan berdasarkan keterangan warga sekitar.
"Kita lagi memburu juga ya. Ada juga waktu kemarin sidak Mabes Polri, itu ada dua Pajero hitam, satu Grand Max putih, masih nggak jauh di tempat situ, di sekitar desanya juga," ujar seorang warga, Rabu.
Warga juga menyebut Arsin memiliki koleksi motor RX-King dalam jumlah banyak. Namun, saat penyidik Bareskrim Polri menggeledah rumahnya di Jalan Kali Baru Kohod, motor legendaris besutan Yamaha itu tidak ditemukan.
Saat penggeledahan berlangsung, hanya terlihat satu unit motor Honda Win berpelat nomor merah terparkir di garasi rumahnya. Selain itu, ada mobil Civic putih bernomor polisi B 412 SIN dan satu kendaraan dinas roda empat berwarna silver.
"Barangnya banyak banget ya. Dia punya koleksi RX-King aja ada puluhan. Kemudian CRV kalau nggak salah dua, Civic satu, Rubicon satu," ungkap warga lainnya.
Selain kendaraan mewah, gaya hidup Arsin juga disebut-sebut sangat glamour. Ia dikabarkan kerap "nyawer" di berbagai acara dangdut dan tempat keramaian.
"Memang gaya hidup mereka beda. Gemar nyawer sana-sini di tempat ramai biar kelihatan menonjol," kata warga lain.
Sejak sidak dari Kementerian ATR dilakukan, keberadaan Arsin bin Asip menjadi misteri. Warga mengaku sudah lama tidak melihatnya dan menduga ada pihak yang melindunginya.
"Memang infonya, setelah sidak dari Kementerian ATR, lurah ini sudah tidak kelihatan lagi batang hidungnya. Kami curiga, jangan-jangan ada yang mengamankan dia," tambahnya.
Warga juga menyebut Arsin diduga memiliki tiga rumah di Kohod, serta properti lain di berbagai lokasi, termasuk di Lontar, Komplek Garuda, dan Sepatan.
"Dia di Kohod aja rumahnya ada tiga. Di Lontar, di Komplek Garuda, juga di Sepatan. Itu hanya sekadar isu, tapi kalau simpang siur sudah pasti, karena mereka ini mafia. Artinya otaknya bukan dari satu orang," pungkasnya.(*).
Editor: 91224 R-ID Elok

