

Repelita, Jakarta 14 Desember 2024 - Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan keluarga konglomerat Mochtar Riady memunculkan spekulasi di kalangan publik. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang dikenal sering berseberangan dengan Jokowi, memberikan analisis tentang hubungan antara sang presiden dan Lippo Group.
Said Didu menyebut bahwa Mochtar Riady adalah salah satu taipan yang mendapat keistimewaan pada era Jokowi. Salah satunya adalah melalui proyek Meikarta yang disinergikan dengan kereta cepat Bandung-Jakarta. Namun, Said Didu menggarisbawahi bahwa proyek Meikarta mengalami kegagalan dan masih menyisakan masalah bagi masyarakat.
“Meikarta gagal dan sampai saat ini masih banyak rakyat yang uangnya belum kembali atau bahkan sudah hilang,” ujarnya melalui media sosial X.
Ia juga mengungkap bahwa beberapa tokoh politik terlibat dalam pemasaran Meikarta, seperti Surya Paloh dari Partai Nasdem dan Zulkifli Hasan dari PAN. Namun, menurut Said, proyek Meikarta tidak mendapatkan status Proyek Strategis Nasional (PSN) saat itu karena kebijakan PSN belum berlaku.
Said Didu menduga keluarga Riady datang ke Jokowi untuk meminta pertanggungjawaban terkait kerugian proyek Meikarta. Ia menyebut pimpinan Lippo meminta hal tersebut untuk dititipkan kepada Gibran Rakabuming Raka dan Prabowo Subianto.
Selain itu, Said Didu mempertanyakan alasan Lippo Group memilih bertemu dengan Jokowi ketimbang bertemu dengan Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Presiden. Menurut Said, hal ini menunjukkan bahwa mereka ingin meminta pertanggungjawaban langsung dari ayah Gibran Rakabuming Raka.
Analisis Said Didu memicu berbagai komentar dari netizen. Salah satu pengguna akun @Fadlipenyair12 menulis bahwa silaturahmi yang tidak biasa menunjukkan bahwa banyak konglomerat mulai mengeluhkan hal-hal tertentu.
Di sisi lain, akun @JustKaka04 menuduh Said Didu sebagai provokator yang piawai dalam framing politik tetapi belum mampu mengubah peta kekuatan politik yang ada.
Sementara itu, Jokowi melalui media sosialnya memamerkan kunjungan Mochtar Riady beserta anak-anak penerus bisnis Lippo Group. Proyek Meikarta menjadi salah satu proyek prestisius Lippo Group dengan nilai investasi mencapai Rp 278 triliun.
Proyek ini dirancang untuk menjadi kota terencana dekat dengan jalur tol Jakarta-Cikampek dan kereta cepat Jakarta-Bandung, termasuk 100 apartemen dengan berbagai fasilitas. Namun, hingga saat ini, proyek Meikarta mengalami banyak kendala dalam pengembangannya dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

