
Repelita, Jakarta 18 Desember 2024 – Sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pabrik uang palsu yang ditemukan di kampus UIN Alauddin, Makassar. Salah satu tersangka yang mencuri perhatian adalah Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan UIN Alauddin.
Andi Ibrahim dikenal sebagai akademisi aktif di kampus tersebut. Sebagai Kepala Perpustakaan, ia sering berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk menjadi narasumber dalam Workshop Re-Akreditasi Perpustakaan yang digelar di Samarinda awal Juli 2024.
Andi Ibrahim memiliki perjalanan akademis yang mengesankan. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Agama di UIN Alauddin Makassar pada tahun 1995, ia melanjutkan pendidikan Sarjana Sastra di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1998. Selanjutnya, ia meraih gelar S2 dari Universitas Negeri Malang pada tahun 2002 dan gelar doktor (S3) dari UIN Alauddin Makassar pada tahun 2019.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga menemukan mesin cetak yang diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu di gedung perpustakaan kampus UIN Alauddin. Temuan ini diakui oleh Kapolres Gowa AKBP Rheonald T. Simanjuntak. Namun, ia belum dapat memberikan detail mengenai spesifikasi mesin tersebut, karena tim penyidik masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan para ahli.
Selain mesin cetak, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp 446 juta yang diduga palsu. Video terkait pengungkapan ini viral di media sosial X, salah satunya diunggah oleh akun @Daeng_Info. Dalam video tersebut, terlihat mesin cetak uang palsu yang berhasil disita oleh pihak kepolisian.
Temuan ini memicu perhatian warganet, yang mempertanyakan keterlibatan pihak kampus dalam kasus tersebut. Salah satu netizen melalui akun @Aminuddinxxx berkomentar, "Barang sebesar ini bisa dioperasikan dalam perpustakaan kampus UIN, mustahil tanpa keterlibatan petinggi ordal. Harus diusut tuntas." Sementara itu, akun @Truebluexxx menambahkan, "Temanku anak UIN. Tadi barusan cerita, memang di sana ada ruangan di perpustakaan yang tidak boleh dimasuki siapapun kecuali pengurus perpustakaan."
Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih dalam mengenai jaringan pabrik uang palsu ini, sambil memastikan semua pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

