Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dulu Non-Blok Kini Go-Blok

Repelita Bandung - Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah mengkritik keras pergeseran kebijakan luar negeri Indonesia yang menurutnya telah meninggalkan prinsip bebas aktif dan gerakan Non Blok.

Ia menilai Presiden Prabowo Subianto kini berada di bawah pengaruh kuat Amerika Serikat serta Israel melalui keterlibatan dalam Board of Peace sehingga mengkhianati jati diri kemerdekaan dan anti imperialisme.

Dulu Indonesia menjadi pelopor Gerakan Non Blok yang didirikan pada September 1961 berawal dari Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 bersama tokoh seperti Soekarno Nehru dan Tito untuk menentang imperialisme neo-kolonialisme serta segala bentuk dominasi blok besar.

Dengan bergabungnya Indonesia ke dalam aliansi Amerika-Israel lewat Board of Peace maka Prabowo dinilai telah membawa negara ini keluar dari prinsip independensi dan netralitas yang selama ini dipertahankan.

M Rizal Fadillah menyebut Indonesia kini berada dalam Go Blok alias blok imperialis Amerika-Israel siap mengirim personel serta berdonasi demi kepentingan pengendalian Jalur Gaza oleh pihak penjajah.

Narasi perdamaian yang diusung Board of Peace menurutnya hanya kedok untuk melucuti senjata Hamas menghancurkan infrastruktur bawah tanah serta menerapkan embargo yang mematikan warga Gaza dengan dalih rekonstruksi palsu.

Tidak ada jaminan kemerdekaan Palestina di bawah skema tersebut melainkan hanya penumpahan darah yang dibungkus narasi damai sehingga disebut sebagai Blood of Peace.

Ia menyoroti bahwa Trump memanfaatkan dugaan sifat narsistik Prabowo sehingga pemimpin mayoritas muslim ini menjadi boneka lucu baru di mata zionis serta Netanyahu.

Pemberian posisi Deputy Commander International Stabilization Force kepada Indonesia dinilai sebagai jebakan maut yang menjadikan negara ini tersandera kepentingan asing.

M Rizal Fadillah menegaskan lobi Yahudi berhasil membuka hubungan diplomatik lebih lebar sehingga rakyat Indonesia harus melawan dan tidak diam atas pengkhianatan ini.

Isy kariiman aw mut syahiidan hidup mulia atau mati syahid katanya sebagai penutup sikap perlawanan terhadap kebijakan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved