Repelita Jakarta - Gagasan koalisi permanen yang dilontarkan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dianggap sebagai manuver politik yang berlebihan dan sulit untuk diwujudkan dalam praktik.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menyatakan bahwa isu tersebut hanyalah upaya Golkar untuk menarik perhatian tanpa dampak signifikan terhadap posisi partai lain.
"Koalisi permanen hanya buat kegenitan politik semata dari Golkar dan ketumnya," ujar Efriza, Senin 5 Januari 2026.
Efriza menilai bahwa Bahlil sengaja mengemukakan konsep tersebut agar Golkar terlihat memiliki kekuatan untuk memengaruhi dinamika partai-partai besar lainnya.
"Jika koalisi dipermanenkan, bahwa mereka (parpol lain) tidak akan bisa banyak bicara dalam perpolitikan," kata Efriza.
Menurutnya, hanya ada tiga partai politik besar yang benar-benar memegang pengaruh dominan di arena politik nasional, salah satunya Golkar.
"Sedangkan partai-partai lainnya hanya berharap akan peluang dan kesempatan," kata Efriza.
"Artinya, jika dipermanenkan peluang mereka bermanuver semakin mengecil," sambungnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

