
Repelita Jakarta - Pengamat politik nasional Rizal Fadillah menilai pernyataan berulang kali dari mantan Presiden Joko Widodo yang menyebut adanya tokoh berpengaruh di belakang tuduhan ijazah palsu justru menjadi kesalahan strategis berat.
Pernyataan tersebut dinilai telah memperluas medan konflik dan menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak yang dituding.
Kubu Jokowi diduga mengarahkan kecurigaan kepada figur nasional seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri sebagai dalang isu tersebut.
Akibatnya, Partai Demokrat dan PDIP langsung menunjukkan kemarahan dengan mengawali langkah hukum melalui pengiriman somasi.
Rizal Fadillah mempertanyakan pengaruh pembisik yang membuat Jokowi mengambil langkah tersebut di tengah tahun yang penuh tantangan politik.
Menurutnya, tindakan itu merupakan blunder politik mendasar yang semakin menjebak Jokowi dalam posisi rentan.
Para individu yang sebelumnya dilaporkan oleh Jokowi beserta pendukungnya kini lebih mengutamakan menghadapi proses penyidikan di Polda Metro Jaya.
Namun, mereka tetap berpotensi membalas dengan melaporkan Jokowi terkait delik pencemaran nama baik dan penyebaran informasi bohong.
Situasi semakin menyulitkan Jokowi karena harus menghadapi banyak lawan sekaligus, mulai dari individu seperti Roy Suryo hingga tokoh besar seperti SBY dan Megawati.
Pertarungan ini diprediksi akan semakin memanas dan membuat pertahanan Jokowi atas tuduhan tersebut semakin rapuh.
Jokowi disebut menggunakan taktik penyebaran kebohongan secara masif sebagai upaya bertahan terakhir.
Selama bertahun-tahun, Jokowi diduga menyembunyikan dokumen ijazah asli dengan biaya besar yang bersumber dari praktik tidak benar.
Dana tersebut digunakan untuk menyerang balik pihak yang mempersoalkan keaslian ijazahnya dengan tuduhan serupa.
Tuduhan cepat dialihkan ke Partai Demokrat melalui simbol baju biru, meskipun telah dibantah tegas oleh pimpinan partai.
PDIP juga terseret dalam narasi yang sama setelah beberapa kadernya sempat dikaitkan dengan isu tertentu.
Semua langkah ini dinilai berasal dari ketakutan mendalam Jokowi untuk mempertahankan kebohongan yang selama ini dijaga.
Serangan bahkan mulai meluas ke Presiden Prabowo Subianto serta Partai Gerindra dalam upaya memperlebar isu.
Rizal Fadillah menegaskan bahwa blunder ini akan semakin mengisolasi Jokowi hingga pilihan bertahan semakin terbatas.
Editor: 91224 R-ID Elok

