
Repelita Jakarta - Influencer asal Aceh Sherly Annavita mengaku mengalami serangkaian teror dan ancaman setelah menyuarakan kritik terkait penanganan bencana alam di Aceh dan Sumatera.
Sherly membagikan pengalamannya melalui status Facebook dengan tulisan kapital yang menarik perhatian publik.
“SAYA DITEROR!!! YUK BAGIKAN AGAR JADI KESADARAN BERSAMA,” tulis Sherly Annavita.
Teror yang diterima mencakup ancaman melalui nomor pribadi, pesan langsung di Instagram, serta makian dari akun-akun tidak dikenal.
Kendaraan milik Sherly disemprot cat merah dengan simbol tertentu.
Ia juga menerima kiriman telur busuk disertai pesan bernada ancaman.
Sherly menyatakan bahwa aksi teror semakin intens setelah ia tampil di beberapa acara televisi membahas kondisi bencana di Aceh dan Sumatera.
Salah satu penampilan tersebut adalah program Rakyat Bersuara di Inews TV pada Selasa malam 23 Desember 2025.
Dalam acara itu, Sherly mengkritik kurangnya komando pusat yang menyebabkan kebingungan koordinasi antara relawan dan pemerintah daerah.
Ia juga mengusulkan agar bencana banjir di Aceh serta Sumatera Utara dan Sumatera Barat ditetapkan sebagai bencana nasional.
Sherly mendorong pemerintah terbuka menerima bantuan internasional tanpa syarat.
Ia menggunakan analogi utang berbunga dari asing yang diterima pemerintah untuk memperkuat argumennya bahwa bantuan kemanusiaan tanpa bunga seharusnya tidak ditolak.
Teror ini mengingatkan Sherly pada pengalaman serupa tahun 2019 setelah mengkritik kebijakan pemindahan ibu kota di masa Presiden Joko Widodo.

Sherly menegaskan bahwa dirinya serta influencer lain yang kritis bukan musuh negara apalagi musuh Presiden Prabowo Subianto.
Ia meminta pelaku teror atau pihak yang memerintahkan aksi tersebut untuk disudahi.
Sherly mengajak publik membagikan pengalamannya agar menjadi kesadaran bersama tentang ancaman terhadap kebebasan berpendapat.
Editor: 91224 R-ID Elok

