Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kepling Martubung Dicopot Gegara Menyelewengkan Bantuan Banjir, Wali Kota Medan: Tak Ada Toleransi

Kepling Martubung Dicopot Gegara Menyelewengkan Bantuan Banjir, Wali Kota Medan: Tak Ada Toleransi

Repelita Medan - Dunia maya ramai diperbincangkan oleh tindakan meresahkan dari seorang Kepala Lingkungan berinisial HN di Kelurahan Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, yang terlibat dalam penyelewengan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak banjir.

Rekaman video yang menjadi viral menunjukkan HN mengumpulkan berbagai barang bantuan di sebuah kios dengan dalih keperluan operasional dapur umum sementara.

Namun, ketika warga datang untuk mengklaim bantuan, mereka justru pulang dengan tangan hampir kosong, hanya memperoleh tiga butir telur sebagai bentuk pemberian yang sangat minim.

Temuan tersebut segera memicu reaksi keras dari masyarakat yang merasa dikecewakan atas ketidakadilan distribusi di tengah kesulitan pascabencana.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas segera mengambil langkah tegas dengan memecat oknum tersebut dari posisinya secara langsung.

"Kita sudah monitor dan konfirmasi dengan lurah. Ada kesalahan yang dilakukan, maka dicopot lah. Saya tidak mau ada Kepling atau lurah yang memanipulasi bantuan masyarakat. Ini kan duka kemanusiaan," tegas Rico Waas pada Rabu, 11 Desember 2025.

Rico Waas juga memberikan peringatan serius kepada seluruh pegawai pemerintahannya agar tidak pernah tergoda untuk memanfaatkan situasi bencana demi kepentingan pribadi.

"Kalau ada yang ikut bermain, pasti saya tegur. Saya tidak akan kompromi. Sanksi tegas. Foto, rekam, laporkan, saya tindak," tambahnya.

Instruksi tersebut dijadikan sebagai alarm bagi semua petugas di lingkungan Pemerintah Kota Medan untuk menjaga integritas dalam penanganan bantuan.

Setiap individu lapangan yang terbukti menahan, mengubah alokasi, atau menjual bantuan akan segera diberhentikan dari tugasnya.

Bagi oknum honorer, pemecatan menjadi konsekuensi akhir, sementara jika ditemukan elemen pidana, urusan akan diserahkan ke aparat penegak hukum.

Masyarakat berharap tindakan cepat ini dapat membangun kembali kepercayaan terhadap penyaluran logistik yang transparan, efisien, serta tepat guna.

Sejumlah korban banjir sebelumnya melaporkan adanya pungutan uang dari tetangga mereka hanya untuk satu bungkus mie instan, yang diduga sebagai skema biaya pengangkutan.

"Kalaupun ini benar terjadi, saya pastikan orangnya tidak akan bekerja lagi di Pemko Medan. Saya sanksi tegas. Saya tidak mau ada satu pun bantuan rakyat yang diperdagangkan. Itu tidak manusiawi!" ungkap Rico Waas.

Tindakan tegas dari Pemerintah Kota Medan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh pegawai agar fokus utama tetap pada kesejahteraan dan perlindungan warga yang mengalami musibah, bukan pencarian keuntungan semata.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved