Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Azzam Mujahid Izzulhaq Dorong Body Camera Wajib untuk Polri: Langkah Strategis Reformasi

 PROF JIMLY BLAK-BLAKAN DUA RAHASIA DALAM POLRI YANG TERUNGKAP! LANGSUNG  DEPAN LISTYO!! - YouTube

Repelita Jakarta - Pendiri Awak Media Indonesia Group Azzam Mujahid Izzulhaq kembali menyuarakan pandangannya mengenai perlunya pembaruan mendalam di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

Ia menekankan agar langkah reformasi tidak hanya menjadi pembicaraan semata, melainkan diwujudkan melalui kebijakan konkret.

Salah satu usulan utamanya adalah mewajibkan setiap personel Polri yang beroperasi di lapangan menggunakan kamera badan.

Azzam menyampaikan hal tersebut sebagai wujud perhatian sebagai warga negara terhadap perkembangan institusi penegak hukum.

Ia menyebut beberapa figur nasional seperti Prof Jimly Asshiddiqie, Prof Mahfud MD, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai pihak yang juga peduli terhadap agenda perbaikan Polri.

“Saya mendukung upaya komisi untuk mempercepat reformasi Polri agar lebih akuntabel, transparan, dan profesional,” tulis Azzam di akun X @AzzamIzzulhaq pada 29 Desember 2025.

Usulan kewajiban kamera badan bagi seluruh anggota dinilainya sebagai terobosan penting.

Perangkat itu bukan hanya simbol kemajuan teknologi, tetapi instrumen krusial untuk meningkatkan mutu pelaksanaan tugas hukum di tanah air.

“Penggunaan body camera ini bukan hanya sebagai alat teknologi modern, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia,” katanya.

Azzam merinci beberapa alasan mengapa kebijakan ini sangat dibutuhkan saat ini.

Pertama, kamera badan berperan sebagai pengamat netral yang merekam segala bentuk kontak antara aparat dan publik.

Hal itu dapat mencegah penyalahgunaan wewenang atau penyimpangan aturan prosedur.

“Body camera dapat berfungsi sebagai pengawas objektif yang merekam interaksi antara polisi dan masyarakat, sehingga mencegah penggunaan kekuatan berlebihan atau pelanggaran prosedur,” jelasnya.

Berbagai penelitian yang dirujuknya menunjukkan bahwa petugas dengan kamera badan menerima keluhan lebih sedikit dari warga.

Selain itu, laporan kasus kekerasan juga cenderung menurun.

Di dalam negeri, kelompok seperti Imparsial sudah lama mengadvokasi alat ini sebagai pencegah pelanggaran.

Alasan berikutnya adalah kemampuan kamera badan menyajikan bukti faktual yang kuat dalam tahap penyidikan maupun persidangan.

Rekaman visual jauh lebih dapat dipercaya dibandingkan keterangan saksi yang sering bersifat bias.

“Rekaman dari body camera memberikan bukti konkret yang lebih andal, mempercepat proses investigasi, memperkuat penuntutan, dan juga melindungi polisi dari tuduhan palsu,” ungkapnya.

Data tersebut juga berguna untuk penilaian internal serta pelatihan guna meningkatkan standar kinerja personel.

Azzam menambahkan bahwa penerapan ini akan sangat membantu memulihkan rasa percaya masyarakat terhadap Polri.

Transparansi melalui rekaman akan menghapus spekulasi berbasis rumor dalam setiap insiden yang melibatkan aparat.

“Dengan adanya rekaman yang transparan, body camera menciptakan log peristiwa yang bisa diverifikasi oleh pihak ketiga. Ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

Ia mengambil contoh keberhasilan penggunaan alat serupa saat pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali yang berlangsung lancar tanpa banyak kontroversi.

Selain itu, kamera badan juga mendukung pengumpulan data langsung di lokasi kejadian.

Dokumentasi waktu nyata akan memperkaya bahan penyidikan serta memperkokoh penanganan perkara di medan.

“Body camera membantu polisi mendokumentasikan kecelakaan, TKP, atau interaksi lainnya secara langsung, sehingga memperkuat kinerja keseluruhan,” tambahnya.

Dari aspek pembiayaan, Azzam yakin Polri memiliki kemampuan untuk melaksanakan program ini secara luas.

Anggaran institusi pada 2025 mencapai sekitar seratus enam triliun rupiah pasca-penyederhanaan.

Proyeksi untuk 2026 bahkan naik menjadi seratus empat puluh lima koma enam triliun rupiah.

“Dengan anggaran sebesar itu, Polri memiliki sumber daya finansial yang sangat cukup untuk mengimplementasikan pengadaan body camera secara menyeluruh,” katanya.

Menurutnya, inisiatif ini merupakan bentuk penanaman modal masa depan karena dapat mengurangi pengeluaran untuk penyelidikan serta sengketa hukum.

“Saya yakin bahwa implementasi body camera secara wajib akan menjadi langkah maju dalam reformasi Polri, sejalan dengan semangat profesionalisme, transparansi, dan perlindungan hak asasi manusia,” tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved