Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pembuat Bobibos Kembangkan Teknologi Baterai Anti-Charge untuk EV

 Bobibos menargetkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan dapat diakses seluruh masyarakat melalui BosMini, SPBU, dan kerja sama industri.

Repelita Bogor - Pendiri Bobibos, Muhammad Ikhlas Thamrin, kembali mencuri perhatian lewat gagasan teknologi baterai mobil listrik yang tidak membutuhkan pengisian daya.

Pengembangan inovasi ini dilakukan melalui riset internal PT Inti Sinergi Formula dan telah mencapai tahap kedua, sebagaimana disampaikan Ikhlas dalam pertemuan di Bogor pada Selasa, 11 November 2025.

Ia menyebut bahwa proyek tersebut merupakan kelanjutan dari inovasi bahan bakar nabati berbasis jerami yang lebih dulu diperkenalkan Bobibos dan kini masuk tahap pematangan teknologi.

Menurut Ikhlas, pihaknya menciptakan teknologi penyimpanan energi yang dinamai Serum Battery, sebuah konsep baterai kendaraan listrik yang dirancang mampu mengisi energi secara mandiri tanpa sambungan listrik eksternal.

Ikhlas menjelaskan bahwa tujuan utama dari pengembangan tersebut adalah menciptakan kendaraan listrik yang tidak lagi perlu melakukan proses charging seperti umumnya, sebuah terobosan yang diyakini dapat menghilangkan hambatan utama adopsi mobil listrik di Indonesia.

Walau belum membeberkan cara kerja teknis dari Serum Battery, Ikhlas menegaskan bahwa riset ini diarahkan untuk menghasilkan sistem energi berkelanjutan yang andal dan efektif dalam mendukung mobilitas listrik masa depan.

Menurutnya, teknologi ini juga sejalan dengan visi kemandirian energi nasional, di mana inovasi energi terbarukan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga praktis dalam penggunaan sehari-hari tanpa ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya.

Bobibos sebelumnya dikenal publik lewat inovasi biofuel berbasis jerami dengan visi membangun kedaulatan energi melalui produksi bahan bakar nabati skala nasional, sehingga teknologi baterai ini dipandang sebagai penguatan visi besar tersebut.

Ikhlas mengakui bahwa saat ini Serum Battery masih berada dalam tahap lanjutan riset internal dan belum masuk fase pengujian publik, tetapi ia menilai hasil riset tahap kedua sudah cukup untuk menjadi pondasi bagi uji coba yang lebih luas.

Jika teknologi tersebut berhasil diwujudkan dalam skala produksi, maka langkah tersebut dapat menjadi titik balik bagi industri otomotif nasional, sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju era energi bersih.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved