Repelita Magelang - Retret Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di Kompleks Akademi Militer Magelang resmi ditutup. Sejumlah kepala daerah memberikan kesan terhadap kegiatan ini.
Para peserta yang mengikuti kegiatan selama delapan hari ini mengaku mendapatkan banyak wawasan dan inspirasi untuk diterapkan di daerah masing-masing.
Bupati Keerom, Papua, Piter Gusbager mengatakan pembekalan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya koordinasi dan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, komunikasi tersebut harus diperkuat agar kebijakan nasional dapat diterapkan secara efektif.
"Tanpa sinergi pusat dan daerah tentu banyak sekali program kebijakan yang tidak akan sinkron. Tetapi juga kapasitas kepala daerah ini harus terus diasah, terus diperbarui, di-upgrade," ujar Piter.
Dia juga menyoroti pentingnya hilirisasi dan industrialisasi dalam meningkatkan daya saing daerah. Setiap wilayah memiliki potensi komparatif yang harus dimaksimalkan agar perekonomian daerah semakin kuat.
Di Keerom, misalnya, banyak perkebunan sawit berusia 20-30 tahun yang belum mengalami peremajaan dan belum tersentuh industri. Dalam kondisi ini, dia menilai petani akan kehilangan lapangan pekerjaan.
"Banyak sekali loss income yang akan terjadi. Maka di situlah banyak sekali dari 8 cita-cita yang diusung, Asta Cita ini bagi saya yang paling penting untuk mengangkat ekonomi daerah adalah hilirisasi dan industrialisasi," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyoroti pentingnya kegiatan ini dalam membangun koneksi emosional antara kepala daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya, diskusi langsung lebih efektif dibanding metode daring karena mampu membangun kebersamaan dan pemahaman yang lebih mendalam.
"Pak Prabowo berusaha memberikan sebuah rasional, dasar yang jelas kenapa Indonesia sebenarnya bisa maju, kenapa belum dalam beberapa hal, apa yang sudah, dan apa yang kita lakukan bersama-sama. Sangat komprehensif," kata Emil.
Dia menambahkan, strategi hilirisasi yang disampaikan Presiden Prabowo bukan hanya dipahami secara teknis, tetapi juga memiliki dasar filosofis yang kuat.
"Landasan konstitusionalnya mengapa negara harus hadir lebih aktif semuanya dijabarkan dengan penuh. Bukan saja teknis secara teknis masuk, tetapi secara filosofis dan secara spirit juga nyampe ke kita semua," katanya.
Emil juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan semangat patriotisme dan nasionalisme sebagai fondasi membangun Indonesia yang lebih maju.
"Kami keluar dari ruangan tadi dengan semangat membara, dan saya rasa ini mungkin sebabnya kenapa beliau melaksanakan ini di Lembah Tidar. Sebagai pemimpin daerah, akar dari pengabdian kami adalah nasionalisme. Jadi memang harus ditaruh di tempat di mana kita melahirkan patriot-patriot," ungkapnya.
Sedangkan Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tegal siap menjalankan arahan Presiden Prabowo, terutama dalam memaksimalkan potensi daerah dan efisiensi anggaran.
"Ini pertama kali diadakan retreat ini dan saya pikir ini sangat penting. Sehingga nanti kita akan jadi satu kesatuan seperti yang menjadi slogan kita, kompak, solid, bersatu untuk rakyat, petarung. Kami akan bertarung memerangi kemiskinan, dan kita bertarung untuk kesejahteraan rakyat," katanya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto sebelumnya menegaskan bahwa retret kepala daerah bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan mereka.
Saat berada di Magelang, Bima menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri bertanggung jawab dalam memperkuat kompetensi setiap kepala daerah.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menyampaikan arahan kepada kepala daerah pada hari terakhir retret di Akademi Militer Magelang. Kegiatan orientasi tersebut telah berlangsung selama delapan hari sejak Jumat, 21 Februari 2025. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok