WNA Kampanye Tidak Ikut Vaksinasi Covid-19, Imigrasi: Akan Dideportasi

195
WNA Kampanye Tidak Ikut Vaksinasi Covid-19,

Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM akan menindak para warga negara asing (WNA) yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara menyebut, saat ini banyak laporan soal adanya dugaan pelanggaran protokol Kesehatan yang dilakukan WNA.

Angga mengatakan, dugaan pelanggarannya bermacam-macam, seperti tidak bermasker saat keluar rumah, berkumpul tanpa jaga jarak.

Bahkan ada yang mengkampanyekan menentang kebijakan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

“Sumber laporannya bermacam-macam, ada yang melalui media sosial, live chat, dan juga surat elektronik,” kata Angga dalam keterangannya, Selasa, 6 Juli 2021.

Angga menegaskan WNA yang melanggar aturan selama masa PPKM Darurat akan ditindak tegas jika terbukti bersalah.

Kata dia, Ditjen Imigrasi bisa menjatuhkan tindakan administratif keimigrasian (TAK) berupa pendetensian, pendeportasian, penangkalan masuk ke Wilayah Indonesia.

Angga kemudian menyebutkan, dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian disebutkan, Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap orang asing yang berada di Wilayah Indonesia.

Khususnya kepada mereka yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

“Jika ada WNA kedapatan melanggar protokol Kesehatan akan diproses pihak berwenang. Jika sudah dinyatakan bersalah maka kami bisa melakukan deportasi kepada WNA tersebut,” kata dia.

Pendeportasian WNA yang melanggar protokol Kesehatan, menurut Angga, sudah pernah dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar terhadap WB seorang WN Suriah yang menggelar event yoga massal di Gianyar pada Juni lalu.

Kantor Imigrasi Ngurah Rai juga pernah melakukan deportasi terhadap LS seorang WN Rusia yang melakukan prank cat wajah menyerupai masker yang sempat viral di jejaring media sosial.

“Semua masukan kami tampung dan akan ditindaklanjuti oleh petugas imigrasi yang berada di lapangan,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here