Wiranto Balas Orang-orang yang Desak Jokowi Datang ke Papua: Enggak Usah Disuruh

540

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto membalas orang-orang yang mendesak Presiden Joko Widodo datang ke Papua.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini, Presiden dipastikan akan kembali menginjakkan kakinya di Bumi Cendrawasih tersebut.

Demikian disampaikan Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019).

“Presiden itu enggak usah disuruh pasti ke sana (Papua). Enggak usah didorong juga pasti ke sana membawa kebaikan,” kata Wiranto.

Saat ini, pemerintah masih melakukan negosiasi dan dialog dengan sejumlah tokoh di Papua dan Papua Barat.

Tujuannya agar masyarakat tidak tersulut emosi yang menyebabkan kerusuhan.

Ia juga menekankan bahwa penambahan aparat kemanan ke Papu bukan untuk melawan masyarakat Papua.

“Tapi mengamankan objek-objek vital jangan sampai dirusak oleh masyarakat yang tidak sadar,” jelasnya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa menahan emosi dan tidak melakukan demonstrasi anarkis yang dapat meresahkan masyarakat lainnya.

Saat ini, kondisi di Papua dan Papua Barat sudah berangsur kondusif.

Kendati pihaknya masih mendapat laporan adanya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah lainnya.

“Untuk Papua Barat kondusif, Sorong, Manokwari sudah tenang. Walaupun masih ada rencana demo, mudah-mudahan enggak jadi,” ucapnya.

Wiranto mengungkap, pemerintah sudah melakukan pemetaan terkait kerusuhan yang terjadi di Papua.

“Setiap kota detail laporannya ada jumlah pasukan kita berapa, kondisi masyarakat bagaimana,” jelasnya.

Pemerintah berharap, agar kondisi di Papua bisa kembali damai aman dan nyaman.

“Kita doakan saja semoga keadaan yang panas ini segera berlalu dan kita kembali tenang untuk membicarakan masa depan Papua,” katanya.

Mantan Panglima ABRI itu juga menjanjikan akan menarik aparat keamanan dari Papua dan Papua Barat.

Penarikan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membuat kondusif situasi dan kondisi pasca kerusuhan.

“Nanti kalau keadaan kondusif serangan dari oknum bersenjata, saya jamin ditarik,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat Papua dan Papua Barat agar tak lagi melakukan demo anarkis dan pengerusakan.

“Unek-unek tidak selesai dengan demonstrasi, anarki, tapi dengan dialog,” katanya.

Karena itu, jika ada uneg-uneg yang ingin disampaikan kepada pemerintah, agar disampaikan dengan baik.

“Nanti ke depannya pemikiran tidak perlu demo. Saya yakin Presiden Jokowi lebih paham betul untuk membangun Papua ini,” lanjutnya.

Pihaknya berharap, hal ini bisa menjadi langkah awal untuk proses perdamaian di Bumi Cendrawasih itu.

Ia juga meminta, agar masyarakat tak lagi membuat atau menyebarkan berita hoax atau konten provokatif terkait Papua.

“Yang penting jangan sampai ada berita hoax,” pungkas Wiranto

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 46 = 48