Wapres Ma’ruf Amin Ungkap Suasana Covid-19 di Indonesia Sudah Cukup Genting

290
Maaruf Amin

Wapres Ma’ruf Amin ungkap suasana Covid-19 di Indonesia sudah cukup genting. Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengungkapkan, saat ini suasana Covid-19 di Tanah Air sudah cukup genting. Menurtnya, saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus Covid-19 paling tinggi di dunia. Tidak hanya dalam hal penularan, tetapi juga jumlah kasus kematian.

“Suasana kita sudah cukup genting, kemarin kita termasuk paling tinggi yang tertular di dunia dari 22 negara, yang meninggal juga paling tinggi secara internasional,” beber Ma’ruf di acara Pertemuan Virtual Wakil Presiden RI dengan Para Ulama dan Tokoh Agama Islam, Senin 12 Juli 2021.

Untuk itu, Ma’ruf pun mengajak para tokoh Islam, ulama dan kiai untuk membimbing masyarakat agar mengikuti kebijakan pemerintah.

Salah satunya untuk mengetatkan protokol kesehatan (prokes) pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Apa kita tidak punya rasa tanggung jawab terhadap hal demikian besar yang sudah banyak membawa orang menderita? Karena itu mari kita ajak masyarakat untuk mematuhi, mengikuti ajakan pemerintah,” imbau Ma’ruf.

Dalam aturan PPKM darurat, pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan kerumunan, termasuk saat beribadah di rumah ibadah seperti di masjid.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf juga meminta umat Muslim tidak menggelar salat Idul Adha berjemaah yang menciptakan kerumunan, baik di masjid maupun di lapangan.

“Dalam aturan baru sudah disebutkan bahwasanya tidak ada lagi kata-kata menutup masjid, tetapi dilarang untuk berkerumun,” pesannya.

“Bahkan supaya tidak ada perbedaan, yang dulunya resepsi pernikahan dibolehkan dengan jumlah 70 orang maka sekarang ditiadakan, resepsi tidak boleh sama sekali,” jelas Ma’ruf.

Sebab, imbuhnya, sempat ada protes masyarakat tentang tidak boleh berjemaah di masjid tetapi resepsi diperbolehkan. Dengan demikian, saat ini kalimat yang lebih tepat pun dicantumkan dalam aturan baru tersebut.

“Jadi ini sesuai tuntutan kiai, yang tidak boleh itu jemaahnya, tidak hanya di dalam tapi juga di luar masjid sampai keadaan membaik karena ada bahaya yang harus kita hindari,” terang Ma’ruf.

Dalam Inmendagri Nomor 19/2021 yang menjadi aturan terbaru dari PPKM disebutkan, masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng, dan tempat ibadah lainnya tidak lagi ditutup.

Kendati demikian, pemerintah juga tetap meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan ibadah berjemaah selama penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan ibadah di rumah.

Pada ketentuan awal PPKM Darurat diatur, penutupan sementara seluruh tempat ibadah hingga situasi dinyatakan aman.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here