Waduh, Rizal Ramli Sebut Pemerintah Pelit ke Rakyat, Ini Penjelasannya

171
Rizal Ramli /Sindonews

Rizal Ramli selaku mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI menyebutkan bahwa pemerintah saat ini pelit kepada rakyat.

Hal tersebut ia katakan sembari memberikan kritikan kepada pemerintah atas caranya menangani pandemi Covid-19.

Menurut mantan Menko Perekonomian tersebut, penanganan yang paling solutif dan efektif adalah melakukan lockdown dan memberi makan kepada rakyat.

Hal itu diungkap oleh Rizal Ramli melalui akun Twitternya pada Senin, 26 Juli 2021.

“Menolong rakyat susah kok kerugian?” cuitnya dikutip terkini.id dari Genpi yang mendapat persetujuan Rizal Ramli.

Ia pun menjabarkan bahwa jika pemerintah melakukan lockdown selama 3 bulan penuh, maka hal itu hanya membutuhkan anggaran sebesar Rp315 triliun ditambah dengan biaya obat sebanyak Rp100 triliun.

“Untuk lockdown sebulan, kasi makan 70 juta keluarga Rp1,5 juta cuman Rp105T. kalo lockdown 3 bulan, hanya 315T + obat 100T. Total hanya 415T,” sambung Rizal.

“Dasar pelit sama rakyat! Kalau ologarki, langsung kasi berbagai keringanan dan kemudahan. Payah!” ujarnya.

Beberapa warganet terlihat ikut memberikan komentar pada cuitan Rizal.

“Kalkulasi cerdas. Saran rakyat pada pemerintah untuk tanggulangi pandemi. Tak perlu pusing, segera tunda dan atau sisihkan program yang tidak terlalu mendesak, maka terkumpullah 415 T,” komentar MuslikhMohammad.

“Insya Allah dua bulan kedepan, covid-19 keleleran tak berdaya. Anggap ujian merawat hidup rakyat,” sambungnya.

Namun, ada pula warganet yang terlihat tidak sepakat dengan pernyataan Rizal.

“Pantesan dipecat dari kabinet Jokowi, tidak perlu jadi profesor doktor untuk mengerti bahwa pandemi tidak seorang pun prediksi kapan berakhirnya,” komentar tani_mutiara.

“Ya kalau pandemi cuma 3 bulan, hitungannya bisa seperti yang disampaikan. Kalau sampai 3 tahun, berapa ongkos lockdown?” sambungnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here