Waduh! Babe Cabita Dipolisikan karena Dianggap Hina Mensos Risma Gegara Buat Video Parodi Begini

483

Kabar mengejutkan datang dari komedian Babe Cabita yang baru-baru ini dipolisikan lantaran dianggap telah menghina Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Mensos Risma.

Pelapor Priya Prayogha Pratama Tanjung alias Babe Cabita, Muhammad Sholeh, menilai konten yang diunggah komedian itu ke media sosial bukan kategori parodi, melainkan penghinaan terhadap Mensos Risma.

Itu karena menurutnya, berdasarkan KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, parodi ialah menirukan gaya seseorang untuk membuat efek jenaka.

“Kalau di dalamnya menyisipkan potongan video asli Bu Risma yang sedang marah-marah, artinya konten yang dibuat Babe Cabita itu bukan parodi, dong,” ujar Sholeh yang juga berprofesi sebagai pengacara saat dihubungi, dikutip terkini.id dari Tempo pada Sabtu, 31 Juli 2021.

Sholeh menganggap bahwa komedian Babe Cabita memang sengaja membuat framing Risma pemarah.

Sebab, di akhir tayangan, menurutnya Risma seolah-olah melompat dari podium dan memukuli empat orang pemuda yang sedang tertawa-tawa

Ketika memukuli para pemuda itu, ‘Risma’ digambarkan mengenakan celana pendek dan sebelum menghajar mereka, dalam potongan video aslinya, Risma membentak, “Jangan tertawa!”

Menurut Sholeh, video Risma yang sedang murka itu terjadi sekitar tiga tahun lalu saat yang bersangkutan masih menjabat Wali Kota Surabaya.

 

Ketika sedang berpidato di Taman Surya, Risma melihat ada dua ASN perempuan tidak menyimak, tetapi malah bergurau.

Sontak amarah Risma meledak. Ia bergegas menghampiri pegawai Pemkot Surabaya itu dan membawanya ke depan.

Potongan video Risma sedang murka itulah yang diambil Babe Cabita untuk mendukung konten yang ia buat.

Sholeh menilai konten Babe Cabita bisa dikategorikan penghinaan terhadap seseorang.

“Tidak ada lucunya menurut saya,” tuturnya.

Sholeh sempat melaporkan masalah itu ke Polda Jawa Timur di Surabaya pada Senin lalu, 26 Juli 2021.

Ia mengatasnamakan warga Surabaya. Namun, laporan itu ditolak. Polisi meminta Risma sendiri yang melapor bila merasa terhina.

“Saya kecewa. Harusnya siapa pun yang mengetahui ada tindak pidana boleh melaporkan. Soal korban (Risma) setelah dipanggil tidak merasa dirugikan, itu soal lain,” tandasnya.

Sementara itu, melalui akun media sosialnya, Babe Cabita, yang mengakui sebagai pembuat tayangan tersebut bersama tim Budak Konten, menglarifkasi tujuan pembuatannya. Menurutnya, tak ada niatan untuk menghina atau menjatuhkan karakter seseorang.

“Tujuan kami ingin membuat konten parodi yang menghibur,” jelasnya.

Babe Cabita menyadari bahwa pada akhirnya konten yang ia buat menuai protes dan amarah sejumlah netizen.

“Saya bersama tim Budak Konten menyadari video parodi itu sangat bisa membuat orang marah, tersinggung, atau tersakiti,” pungkas Babe Cabita.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here