Viral Video Sengketa Tanah di Sirkuit Mandalika, Ada Warga Pilih Mati daripada Digusur

464

Di balik kesuksesan Sirkuit Mandalika yang siap menggelar balapan World Superbike (WSBK) 2021 dan MotoGP 2022 nanti, ternyata terdapat persoalan yang belum diselesaikan dengan para warga. Permasalahan yang masih kerap terjadi adalah adanya sengketa tanah di antara kedua belah pihak.

Viral video yang menunjukkan kasus sengketa tanah di Sirkuit Mandalika pada Senin, 6 September 2021.

Terlihat dalam video berdurasi 1 menit, 26 detik tersebut, para warga berusaha menghalangi penggusuran yang dilakukan oleh alat berat para pembangun Sirkuit mandalika.

Mereka bahkan harus duduk demi menghalangi buldozer yang sedang menggusur tanah milik warga tersebut.

Video ini viral pertama kali dari akun Twitter dengan nama @PikongFitri pada Senin, 6 september 2021.

Dalam video terlihat kendaraan buldoser sedang menggusur tanah yang ada di Dusun Nandus, Desa Mertak, Lombok Tengah.

Warga melakukan perlawanan karena mereka mengaku tak pernah menjual tanahnya kepada pihak pembangun Sirkuit Mandalika.

Rencananya, Dusun Nandus, Desa Mertak akan dijadikan lokasi fasilitas pendukung dari Sirkuit Mandalika, di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Tampak seorang bapak-bapak tua dengan baju lusuh marah ketika tanah tempat ia berdiam akan digusur.

“Dihadang saya tadi. Waktu saya dihadang saya bersila. Saya lebih baik mati disini.

“Rela saya dibunuh di tanah ini. Gali tanah ini, kubur saya agar tidak lihat tanah saya digusur,” kata bapak tua tersebut.

Sang warga itu menjelaskan kalau ia sudah berdiam diri selama 34 tahun di tanah tersebut.

“Sudah 34 tahun di sini. Saya tidak akan pergi,” katanya menegaskan.

“Belum tuntas sengketa tanah di jantung sirkuit. Penggusuran di kawasan pendukung Sirkuit MotoGP Mandalika terus berlanjut.

 

“Kali ini di Dusun Nandus, Desa Mertak, Lombok Tengah terhadap warga yang mengaku tidak pernah menjual tanahnya,” kata akun @PikongFitri.

Sontak video ini mendapat komentar dari para netizen yang melihatnya.

“Kalau bapak itu adalah pemilik tanah secara sah menurut hukum. Jangan diperlakukan seperti itu. Mesti dibayar dengan ganti untung yang wajar,” kata akun @Tri12Anggara.

 

“Banyak yang nyalahin pihak MotoGP soal pembangunan (Sirkuit Mandalika). Menurut saya yang salah ya tetap orang-orang dibalik proses ‘pembebasan’ lahannya,” tutur akun @bangkitprasetyo.

“Back to jaman Soeharto. Pemilik tanah dipaksa menyerahkan tanahnya tanpa bisa melawan,” ujar akun Twitter lainnnya.

Video viral ini sudah ditonton lebih dari 27 ribu netizen di seluruh Indonesia.

Sampai sekarang pihak Mandalika Grand Prix Association belum mengeluarkan tanggapan terkait beredarnya video viral ini.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here