Viral Rumahnya Tak Terkena Abu Vulkanik, Terungkap Amalan Pak Roh: Bukti Kekuatan Sedekah & Ibadah

1139

Rumah milik Pak Roh yang sama sekali tak terkena abu vulkanik Gunung Semeru mendadak viral dan jadi perbincangan.

Banyak yang penasaran bagaimana mungkin rumah itu sama sekali tak rusak dari terjangan awan panas erupsi Gunung Semeru.

Yang lebih tak masuk akal lagi, bagian dalam dari rumah Pak Roh itu sama sekali tak ada sisa dari abu vulkanik.

Padahal bangunan di sekelilingnya rusak berat akibat terjangan awan panas dan abu vulkanik Gunung Semeru.

Bahkan, Pak Roh sendiri juga bingung mengapa hanya rumahnya sendiri yang tak rusak dalam musibah itu.

Pria bernama asli Wagiman (55) itu sebenarnya sudah pasrah bahwa rumah tinggalnya itu akan rusak sebab berapa di wilayah yang terdampak dari erupsi Gunung Semeru.

Dia tinggal di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Saat Gunung Semeru mengeluarkan kepulan asap tebal ke udara, Pak Roh tengah beraktivitas mengambil kelapa dari pohon.

Wagiman (55) atau yang biasa disapa Pak Roh, warga Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, ceritakan amalan yang dilakukan rutin setiap hari hingga rumahnya lolos dari sapuan awan panas guguran dan lahar Gunung Semeru, Kamis (9/12/2021).
Wagiman (55) atau yang biasa disapa Pak Roh, warga Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, ceritakan amalan yang dilakukan rutin setiap hari hingga rumahnya lolos dari sapuan awan panas guguran dan lahar Gunung Semeru, Kamis (9/12/2021). (Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma)

Dari atas pohon kelapa, Pak Roh memandang jelas kepulan asap itu.

Kemudian, dia turun dan mengabarkannya kepada delapan anggota keluarganya di rumah.

Lantas, Pak Roh dan keluarga menyelamatkan diri menjauh dari dusun.

Seluruh keluarganya selamat dari erupsi Gunung Semeru.

Dia baru mengetahui rumahnya tetap utuh, dari para tetangga, sehari setelah erupsi Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021).

“Saya sudah pasrah saat itu.

Tetapi tetangga mengabarkan rumah saya tetap utuh.

Saya tak menyangka,” katanya dilansir dari Tribun Jatim, Kamis (9/12/2021).

 

Amalan Pak Roh

Usai rumahnya viral, amalan atau perilaku sehari-hari yang dilakukan Pak Roh hingga rumahnya bisa mendapat perlindungan banyak dibahas warganet.

Pak Roh adalah sosok yang sederhana.

Dia dikenal sebagai seorang yang taat beribadah dan dermawan.

Pak Roh dikenal tak segan membantu para tetangga yang membutuhkan tanpa pamrih.

Rumah milik Wagiman (55) atau yang biasa disapa Pak Roh, warga Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, lolos dari sapuan awan panas guguran dan lahar Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021) lalu.
Rumah milik Wagiman (55) atau yang biasa disapa Pak Roh, warga Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, lolos dari sapuan awan panas guguran dan lahar Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021) lalu. (Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma)

“Salat lima waktu, bersedekah jangan diingat-ingat

baik sama tetanggga, saudara,” kata Pak Roh saat berbincang dengan TribunJatim.

Dia menyebut dirinya juga rutin membaca surat Yasin dan Al Ikhlas selepas salat.

“Saya kerap baca surat Yasin 3 kali tiap habis maghrib dan 21 kali surat Al Ikhlas.

Salat lima waktu dijalankan.

Tak lupa berbagi dengan tetangga tanpa mengharap imbalan.

Kalau saya ada (rezeki) akan saya berikan.

Tetangga saya anggap keluarga sendiri,” kata Pak Roh.

 

Korban Erupsi Semeru Ngaku Barangnya Dijarah

Sudah jatuh tertimpa tangga, adalah pepatah yang tepat menggambarkan kondisi para korban erupsi Gunung Semeru, di Desa Curah Kobokan.

Bagaimana tidak? Di saat mereka mengamankan diri di pengungsian, barang-barang mereka di rumah dijarah orang tak bertanggung jawab.

Hal tersebut terlihat dari video viral yang merekam pengakuan seorang wanita tua.

Mulanya perekam video menjelaskan barang-barang sejumlah warga Desa Curah Kobokan habis dijarah.

“Berikut adalah warga yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru,” kata perekam video.

“Barangnya dijarah oleh orang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Sambil menahan tangis, seorang wanita tua kemudian mengaku dua ekor kambingnya dijarah.

“Apa saja bu yang diambil?” tanya perekam.

“Kambing laki-laki satu dan yang lagi hamil satu,” ucap wanita tersebut dengan suara bergetar.

Tak cuma itu, ia juga mengaku kulkas milik tetangganya turut hilang dijarah.

“Sama punya tetangga kulkas,” imbuhnya.

Perekam video tersebut kemudian berharap petugas keamaan terkait dapat mengambil tindakan.

(BNPB) tengah berupaya mendirikan titik pengungsian pasca erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu (4/12/2021).
(BNPB) tengah berupaya mendirikan titik pengungsian pasca erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu (4/12/2021). (TRIBUNJATIM.COM/TONY Hermawan)

 

“Ini merupakan kesaksian dari korban jadi, kita harapkan dari pihak keamaan, menyeterilkan lokasi,” ucapnya.

Sontak saja curhatan wanita itu mematik perhatian warganet.

Tak sedikit dari mereka yang mengecam tindakan penjarahan tersebut.

“Selalu ada yang seperti ini, gempa jogja itu berapa yg kerampokan,” ujar akun @anami**.

“Ba***** banget yang maling,” cetus akun @budiharyan**.

“Gawe wong seng njarah, a** kowe, ba******,” ungkap akun @maulana**.

“Tuhan akan membalasnya,” timpal akun @mustofa**.

Sumber Berita / Artikel  Asli : tribunnews. 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 9 = 15