VIRAL Kisah Mualaf Pria Australia Gara-gara Buku Diary Tua

244

Kali ini kisah mualaf datang dari Adam Gillespie asal Australia yang menemukan Islam dari kegelapan menuju cahaya yang Haq.

Adam Gillespie dibesarkan oleh kakek dan neneknya karena ayahnya pergi saat ia berusia 1,5 tahun.

Sehingga sang ibu harus pergi bekerja dan Gillespie diurus oleh kakek dan neneknya.

Perjalanan kisah mualaf Adam Gillespie ini dilansir dari tayangan video di kanal YouTube Renung Kalbu pada Rabu, 14 September 2022.

Kemudian ia bertemu dengan teman baiknya yang rumahnya berdekatan dengan Adam.

Ibu dari temannya itu kemudian mengajak Adam untuk ikut ke sekolah Minggu.

Guru Alkitab di kelasnya kemudian membuka lembaran buku berisi gambar Nabi Isa yang disalib dan memberitahukan kepada anak-anak bahwa itu adalah Tuhan mereka.

Adam pun menyela perkataan gurunya dan mengatakan bahwa Isa bukanlah Tuhan hingga akhirnya ia ditendang keluar dari kelas.

Karena pernyataannya tersebut Adam benar-benar diusir dari kelas dan berpikir bahwa dirinya benar-benar melakukan hal yang salah dan sejak saat itu dirinya tidak pernah lagi datang ke sekolah Minggu.

Beranjak dewasa, Adam menjadi pria yang bisa dibilang memiliki kehidupan yang kelam di mana ia suka meminum alkohol dan clubbing. Bahkan ia adalah pemakai narkoba sejak usianya masih muda.

Lebih parahnya lagi, Adam sampai pernah merampok untuk mendapatkan uang agar bisa membeli narkoba.

Ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Ia menjalankan kehidupan sesuai keinginannya dan itu sangat buruk.

Ia juga mengaku sebelumnya ia menjalankan kehidupan untuk mengejar kekayaan agar memberinya kebahagiaan.

Kehidupannya juga sempat terpuruk sampai tinggal di jalanan.

Kemudian Adam dikunjungi oleh bibinya yang merupakan seorang perawat dan ingin membantu keponakannya serta memintanya untuk tinggal bersamanya.

Bibinya juga sudah mengetahui bahwa Adam memiliki masalah hidup yang rumit sehingga ingin mengajaknya tinggal bersamanya.

Hingga akhirnya Adam berpikir untuk berubah karena bantuan sang bibi yang sangat membantunya.

Kisah mualafnya bermula dari Adam yang menemukan buku diary tua miliknya yang di belakang buku tersebut ada daftar hal yang ingin ia lakukan. Jika yang sudah dilakukan maka akan diceklis olehnya.

Namun, ternyata ada yang belum ia ceklis dari daftar buku diary lamanya itu yakni menemukan Tuhan.

Mulanya ia sempat berpikir bahwa itu adalah hal yang mustahil, tapi akhirnya Adam memutuskan untuk merenungkan dirinya ke dalam hutan saat malam dan kembali berbicara kepada Tuhan.

Bahkan dirinya sampai mengangkat kedua tangannya secara spontan untuk berdoa dan meminta ampunan serta berterima kasih kepada Tuhan.

Dirinya berjanji kepada Tuhan bahwa jika ia dibimbing pada agama yang benar, maka ia tidak akan meninggalkan agama tersebut.

Kisah mualaf Adam kemudian berlanjut hingga menuntunnya kepada Islam.

Kemudian ia pindah kembali ke Sydney dan mengunjungi teman lamanya yang merupakan seorang pria Lebanon . Temannya itu juga memberinya pekerjaan dan tempat tinggal.

Temannya itu ternyata berbisnis dengan pria Muslim yang taat. Seiring waktu ia mengenalnya, Adam melihat pria tersebut mengambil wudhu dan salat hingga ia bertanya kepada pria tersebut apa yang sedang ia kerjakan.

Pria tersebut pun menjawab bahwa dirinya sedang menyembah Tuhan.

Adam pun mulai penasaran dengan apa yang dilakukan pria tersebut dan menanyakan, “Siapa yang Anda sembah? Dan berapa kali sehari Anda melakukan ini?” tanya Adam.

Menurut Adam, semua jawaban yang diberikan pria tersebut masuk akal dan ia anggap sebagai pria sejati yang kuat bagi dirinya.

Ia mengaku sangat mengagumi karakternya karena Adam belum pernah melihat hal-hal yang saat ini ia lihat dalam kehidupannya.

Pertanyaan tentang Yesus mulai dipertanyakan oleh Adam, bahkan juga kepada beberapa pendeta.

Namun menurutnya ia tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya itu.

Hingga akhirnya ia memutuskan bahwa Islam adalah Haq setelah menanyakan seputar agama Islam kepada pria Muslim yang bekerja dengannya.

Adam pun mendatangi pria tersebut dan mengatakan, ”saya ingin menjadi Muslim, bagaimana caranya?” dan pria tersebut merasa sangat senang hingga memeluknya.

Dirinya kemudian diajak ke Masjid Turki di Auburn dan Adam melaksanakan salat untuk pertama kalinya.

Momen tersebut juga menjadi momen Adam mengucapkan kalimat syahadat untuk masuk Islam.

Sejak saat itu, dirinya merasa bahwa ia menjadi orang yang istimewa dan belum pernah merasakan hal seperti dirinya dibersihkan dan dimurnikan kembali. Ia merasa sangat senang dan mengaku itu adalah perasaan yang indah bagi dirinya.

Itulah kisah mualaf yang mungkin bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi kamu yang membacanya

Sumber Berita / Artikel Asli : viva

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here