Viral Aksi Pengacara Hamburkan Uang Puluhan Juta, Kapolsek Kota Banyuwangi Buka Suara

396

Dituduh tidak profesional menyelesaikan persoalan kasus hukum, pihak kepolisian Kota Banyuwangi buka suara terkait seorang pengacara unjuk rasa di Mapolsek hambur-hamburkan uang puluhan juta.

Kapolsek Kota Banyuwangi, AKP Kusmin menyebut masalah yang dihadapi dengan advokat Nanang Slamet cuma soal komunikasi. Ada persoalan yang tidak mencapai titik temu.

“Kita buka komunikasi dan mediasi seluas-luasnya. Dalam hal ini komunikasi terkait mungkin para saksi yang diperiksa,” ujar Kusmi pada awak media, Senin (15/11/2021).

Menurutnya persoalan kasus yang dihadapi dinilai ada komunikasi yang tidak nyambung, namun dia tidak membeberkan terkait dengan kasus apa yang ditangani oleh Nanang.

“Kemudian menyampai kannya ke pak Nanang seperti apa. Maka harus dikomunikasikan antara kedua belah pihak, sehingga klob,” sebutnya.

“Komunikasi ini yang putus kayak apa atau yang tidak nyambung kayak apa. Sehingga tidak ada salah satu yang kira kira merasa benar atau mungkin merasa bersalah” sambung kusmin.

Dietahui uang senilai puluhan juta rupiah dihambur-hamburkan oleh seorang advokat bernama Nanang Slamet di depan Mapolsek Kota Banyuwangi, Senin (15/11/2021).

Metode Jepang untuk meningkatkan pertumbuhan. Dari 160 cm menjadi 170 cm dalam 2 bulan
Tidak ada operasi. Hanya dengan obat alami

Aksi hamburkan senilai Rp 40 juta yang diduga berasal dari komitmen fee yang diperoleh dari kliennya viral di media sosial.

Video aksi Nanang diperoleh Indozone dari grup WhatsApp.

Usai keluar dari mobil Honda SUV putih, Nanang kemudian berani berteriak di depan Mapolsek, “Kanit reskrim keluar. Saya ingin ketemu Kanit Reskrim.”

Nanang menuduh seorang oknum polisi diduga melakukan intervensi kepada kliennya agar tidak menggunakan pengacara dalam menyelesaikan duduk persoalan.

“Kita sebagai advokat adalah aparat hukum yang sama, sebanding dengan mereka semua,” teriaknya.

Aksi tersebut, dilakukan sebagai bentuk kekesalannya terhadap kinerja aparat kepolisian di Polsek Kota Banyuwangi yang dinilai tidak profesional.

“Saya adalah pengacara salah satu klien di Banyuwangi, sebagai advokat saya merasa dijatuhkan marwahnya oleh aparat penegak hukum dalam hal ini Polsek Kota Banyuwangi. Dalam hal ini kepolisian yaitu Polsek Kota Banyuwangi,” kata Nanang.

Nanang menceritakan, awalnya ia mendapatkan kuasa hukum dari kliennya agar menyelesaikan kasus yang dialami kliennya itu.

Namun berjalannya waktu, intervensi terus berdatangan yang menimpa kliennya.

Seluruh saksi sudah diperiksa oleh petugas kepolisian. Namun klien Nanang tak kunjung diperiksa.

“Ada dugaan intervensi dari oknum polisi yang menangani. Berdasarkan keterangan klien saya yang disampaikan oleh saksi-saksi itu, ada mengintervensi begini, kenapa pakai pengacara. Padahal sudah kenal baik dengan kami,” ucap Nanang menirukan penyampaian kliennya.

Sebagai advokat Nanang menilai, tindakan oknum polisi tersebut telah menjatuhkan Marwah penegakan hukum.

Ia bertanya-tanya kenapa ada upaya mengintervensi untuk memisahkan advokat dengan kliennya.

“Apakah kurang gaji negara? padahal mereka sudah digaji negara. Ini terus terang mendapatkan (lawyer fee) kuasa hukum Rp 40 juta. Ini silahkan ambil semua,” kata Nanang sambil menghambur-kan uang pecahan Rp 50 ribu ke udara.

Sehingga, karena merasa dijatuhkan. uang hasil kuasa hukum dari kliennya dengan nominal Rp 40 juta ia hamburkan di depan Mapolsek Kota Banyuwangi.

Kontan saja awak media yang sedang meliput pun kemudian kegirangan dengan aksi Nanang tersebut. Di antara mereka ada yang mengutip uang yang dihamburkan tersebut.

Sumber Berita / Artikel Asli : INDOZONE

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here