VIDEO Habib Bahar Usai Bebas dari Penjara

558

Bahar bin Smith nama lengkap Sayyid Baḥr bin ‘Alī bin ‘Alawī bin ‘Abd ar-Raḥman bin Smith adalah seorang ulama kelahiran 23 Juli 1985 (36 tahun).

Bahar bin Smith lahir di Manado, Sulawesi Utara sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara.

Dia berasal dari keluarga Arab Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Ali bin Smith. Ayahnya bernama Sayyid Ali bin Alwi bin Smith (wafat 17 Oktober 2011), sedangkan ibunya bernama Isnawati Ali. Bahar mempunyai enam orang adik.

Pada tahun 2009, Bahar menikahi seorang Syarifah bermarga Ali Balghaits bernama Fadlun Faisal Balghaits. Dari pernikahannya ini, Bahar dikaruniai empat anak: Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Syarifah Aliyah Zharah Hayat Smith, Syarifah Ghaziyatul Gaza Smith, dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali bin Smith. Anak terakhirnya, Ali, lahir pada tanggal 4 Februari 2018.

Habib Bahar merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Selain itu, dia juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor.

Assayid Bahar alias Habib Bahar bin Ali bin Smith menghirup udara segar pada hari ini, Ahad (21/11/2021), setelah dipenjara hampir 3 tahun sejak 18 Desember 2018.

Habib Bahar telah selesai menjalani masa pidananya sehingga bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.

Habib Bahar dipenjara dengan dua kasus, yang masing-masing hukumannya 3 tahun (kasus pertama) dan 3 bulan (kasus kedua).

“Yang bersangkutan telah selesai menjalani masa pidana secara murni. Sesuai dengan perhitungannya, pembebasannya jatuh pada hari ini,” kata Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Mujiarto dalam keterangannya, Ahad (21/11/2021).

Dia menjelaskan bahwa Habib Bahar mulai ditahan pada 18 Desember 2018, menjalani hukuman dari tindak pidana Pasal 333 KUHP dengan hukumnya penjara 3 tahun dan Pasal 351 KUHP dengan pidana 3 bulan.

Selama menjalankan pidana dari 2018, Habib Bahar mendapatkan remisi sebanyak 4 bulan.

Mujiarto menjelaskan pemberian remisi diberikan sesuai dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan serta Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 18 Tahun 2019 tentang tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

[VIDEO – Usai Habib Bahar bebas]

Sumber Berita / Aritkel Asli : Portal Islam

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

34 − 27 =