Video Detik-detik Thareq Kemal Buka Penutup Matanya, Bantah Kabar BJ Habibie Donorkan Kornea Mata

632

Akhirnya Thareq Kemal Habibie mengungkap penyebab diri memakai penutup mata bak Nick Fury di film Avengers.

Thareq blak-blakan kenapa derita penyakit glaukoma.

Dia pun langsung memperlihatkan kondisi matanya yang mengalami kerusakan retina.

Setelah lama diam, Thareq Kemal Habibie akhirnya bicara soal matanya.

Rasa penasaran publik dengan penampilan putra bungsu almarhum BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie yang selalu memakai penutup mata bak Nick Fury’ di film Avengers akhirnya terjawab sudah.

Di hadapan para pewarta yang meliput acara tahlilan di kediaman BJ Habibie, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019), Thareq Kemal Habibie buka-bukaan alasan memakai penutup mata karena penyakit diabetes yang dideritanya.

“Sekarang once and for all, saya jelas-in di depan TV bahwa saya itu kan sebetulnya diabetes. Diabetes itu mengakibatkan saya jadi glaukoma,” kata Thareq

Dia menjelaskan kalau glaukoma adalah di mana di mata terjadi perubahan tekanan. Kalau tekanannya membesar

“Ini mata kiri saya masih bagus, tekanannya kira-kira 13. Mata sini udah 25. Akibat tekanan yang tinggi itu, di bagian belakang cahaya akan masuk, itu namanya retina ya”.

“Retina itu karena kegencet jadi sel-selnya hancur. 100 persen udah hancur. Di sini saya buka ya. Biar orang bilang saya nggak katarak atau apa,” ujar suami Widya Leksmanawati tersebut.

Ia sudah mengalami gangguan mata sejak 3,5 tahun yang lalu.

S
Thareq Kemal Habibie (dok Intens)

Dengan mengenakan penutup mata, Thareq Kemal Habibie mengaku lebih fokus melihat dengan menggunakan satu mata.

“Cuman kalau gini saya nggak ngelihat apa-apa. Cahaya pun nggak kelihatan”.

“Kalau saya buka gini, saya lihat kalian tuh lebih buram, nggak bisa tajam. Karena begini mungkin otak saya udah puluhan.”

“Saya baru begini udah 3 tahun, 3,5 tahun. Saya udah terbiasa ngelihat ini. Begitu terbuka setengah kabur”.

“Kalau ketutup begini, saya bisa fokus,” kata adik kandung Ilham Akbar Habibie itu.

Kondisi matanya tersebut rupanya tak bisa diselamatkan melalui donor mata.

Hal ini juga dibenarkan oleh saudara Thareq Ilham Akbar Habibie saat disinggung mengenai donor mata.

“Tidak, karena itu tidak bisa diselamatkan oleh donor mata,” kata Ilham Akbar.

“Itu bukan kornea, itu masalah di belakang, di retina, itu tidak ada penyelamat, nggak bisa didonor itu,” jelasnya.

“Karena itu secara medis tidak bisa,” ungkap Ilham.

Simak video di bawah ini:

Tepis Kabar Donorkan Mata BJ Habibie

Sebuah kabar beredar bahwa mata kanan anak Bacharuddin Jusuf Habibie, Thareq Kemal Habibie rusak sejak 12 tahun silam.

Dalam kabar itu, Hasri Ainun Besari disebut sempat ingin mendonorkan kornea mata untuk Thareq.

Bahkan, Habibie juga disebut telah mendonorkan kornea matanya sebelum dikebumikan.

Namun kabar tersebut dibantah oleh putra bungsu Habibie, Ilham Akbar Habibie.

Ilham mengatakan penyakit yang diderita Thareq adalah glaukoma.

Penyakit ini disebabkan oleh gejala gula yang tinggi sehingga merusak retina mata.

“Pertama penyakit yang diderita Thareq adek saya adalah glaukoma. Glaukoma adalah penyakit yang merusak retina,” ujar Ilham saat ditemui di kediamannya Habibie di jalan Patra, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).

Dia mengatakan retina mata yang rusak tidak bisa diganti lagi.

Dengan penjelasan tersebut, dia memastikan kabar yang beredar di media sosial adalah hoaks.

“Jadi kalau bahasa now, namanya hoaks, Jadi enggak mungkin, memang tidak bisa ditolong, itu memang harus dengan cara yang lain tapi belum ditemukan,” ucap dia.

Mirip Gus Dur

Glaukoma yang diderita Thareq sering disebut sebagai pencuri penglihatan akibat tekanan bola mata tinggi.

Penderita diabetes paling berisiko mengalami hal ini seperti halnya penyakit mendiang presiden ke empat, Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

Penyakitnya dimulai dengan diabetes yang berujung pada glaukoma.

Ketika itu, Gus Dur mengalami gangguan di mata.

Berbagai keluhan juga mulai dirasakan, seperti muntah-muntah, mual berkali-kali, dan pusing yang cukup hebat.

Sejak itulah, kemampuan penglihatan Gus Dur menurun drastis.

Setelah memeriksakan mata ke dokter, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tiga periode (1984-1999) itu itu divonis terkena glaukoma.

Sejumlah tindakan medis pun dilakukan untuk menyelamatkan penglihatannya, tapi mata kirinya tidak bisa diselamatkan karena urat syarafnya sudah telanjur rusak.

Beruntung mata bagian kanan Gus Dur masih bisa diselamatkan.

Hanya saja, sejak itu Gus Dur harus menjalani pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali.

Mengenal Glaukoma

Dikutip dari laman Alodokter.com, glaukoma adalah kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata.

Meningkatnya tekanan bola mata ini terjadi akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata.

Akibat glaukoma, mata pun buta.

Sementara, dikutip dari Kompas.com dengan merujuk pada webmd, glaukoma terjadi karena kondisi yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik mata dan dapat menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Penyakit ini sering dikaitkan dengan penumpukan tekanan di dalam mata.

Glaukoma cenderung diwariskan.

Peningkatan tekanan yang disebut tekanan intraokuler tersebut dapat merusak saraf optik yang mentransmisikan gambar ke otak Anda.

Jika kerusakan terus berlanjut, maka glaukoma dapat menyebabkan hilangnya penglihatan permanen atau buta. Tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here