Video: Apabila PTUN Menang, Partai Demokrat Dipimpin Moeldoko, Bukan AHY

384

Halo Tagarians, Muhammad Rahmad, Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Kongres Luar Biasa Deli Serdang, mengatakan apabila nantinya Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan gugatan pihaknya, maka Partai Demokrat dipimpin Meoldoko, bukan Agus Harimurti Yudhoyono.

Rahmad mengatakan itu menanggapi pernyataan Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono yang menyebut langkah mereka menggugat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ke Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai hal yang memalukan, menyedihkan.

Sebelumnya, Kamhar Lakumani, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat kubu AHY menyebut kubu Moeldoko gila kekuasaan. Dan Herzaky Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat kubu AHY menyebut memalukan dan menyedihkan.

Menanggapi hal tersebut, berikut ini sikap DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang sebagaimana disampaikan M Rahmad kepada Tagar, Senin, 28 Juni 2021.

1. DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang tidak gila kekuasaan, tidak memalukan, dan tidak menyedihkan. Justru kubu AHY sesungguhnya yang gila kekuasaan, yang memalukan dan menyedihkan. Memanipulasi AD ART di luar kongres, dan memanipulasi pendiri Partai Demokrat kemudian mendaftarkannya ke Kemenkumham adalah perbuatan gila kekuasaan, memalukan, dan menyedihkan, yang dilakukan kubu AHY.

Kubu AHY juga telah mengkhianati slogan Partai Demokrat yang selalu didengung-dengungkan SBY ketika partai ini berkuasa dan mendapatkan amanah rakyat, yaitu Bersih-Cerdas-Santun. DPP Partai Demokrat kubu AHY telah dikuasai orang-orang tidak mengerti cara mentaati hukum, yang tidak mengerti etika kesantunan berbicara, dan arogansi kekuasaan.

Tidak heran Partai Demokrat semakin ditinggalkan rakyat. Partai Demokrat terjun bebas ketika dipimpin SBY dan AHY karena bisikan orang-orang yang kehilangan kecerdasan dan kesantunan. Dari perolehan 148 kursi DPR RI tahun 2009, turun jadi 61 kursi tahun 2014, dan turun lagi jadi 51 kursi tahun 2019. Ini adalah capaian terendah Partai Demokrat sepanjang sejarah.

Awal pertama kali Demokrat ikut pemilu tahun 2004 saja, memperoleh 57 kursi DPR RI. Bahkan di provinsi pusat Ibu kota pun, AHY tak dapat dukungan penuh rakyat DKI untuk jadi Gubernur walaupun SBY telah turun full team. Orang-orang yang kehilangan kecerdasan dan kesantunan inilah yang merusak SBY, AHY dan Partai Demokrat.

2. DPP Partai Demokrat kubu AHY juga melupakan warisan Presiden SBY yang meletakkan supremasi hukum di atas kepentingan semua pihak. Pengadilan Tata Usaha Negara disiapkan negara untuk instrumen menciptakan good governance yang dijamin Undang-undang. Moeldoko justru memberikan contoh yang baik dan benar bagaimana cara menata supremasi hukum dalam good governance pemerintahan Presiden Jokowi.

3. DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang memiliki legal standing yang kuat, memiliki Akta Notaris yang dijamin keabsahannya oleh negara dan Undang undang. Penolakan oleh Menkumham adalah soal kelengkapan administrasi yang belum lengkap, sementara menurut kami sudah lengkap sesuai ketentuan Undang-undang yang berlaku.

Perbedaan cara melihat kelengkapan administrasi tersebut, disiapkan ruang dan hak oleh negara untuk mengujinya di Pengadilan Tata Usaha Negara. Ruang dan hak itulah yang digunakan Moeldoko sebagai warga negara yang sangat mengerti dan mentaati hukum.

Jika PTUN nanti memutuskan kubu Moeldoko yang menang dan kubu AHY kalah, maka DPP Partai Demokrat akan dipimpin Moeldoko, bukan lagi AHY. Itulah aturan main hukum yang harus kita hormati dan taati bersama.

3. DPP Partai Demokrat kubu AHY tidak perlu panik dan kehilangan akal sehat. Jika kubu AHY takut kalah di PTUN, jangan lalu kehilangan akal sehat, kehilangan kecerdasan dan kesantunan. Ikuti saja proses hukum yang sedang berjalan. Jangan pula kemudian menuduh-nuduh dan menebar fitnah.

Untuk membahas hal tersebut lebih lanjut, Host Tagar TV Cory Olivia mewawancarai Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Kongres Luar Biasa Deli Serdang, Muhammad Rahmad.

Sumber Berita / Artikel Asli : TAGAR

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 1 =