Veronica Koman Unggah Video Polisi Represi Pengungsi Afghanistan: Pemerintah Indonesia Harus Bertanggung Jawab

294

Aktivis kemerdekaan Papua Veronica Koman unggah video perilaku represif polisi terhadap sejumlah pengungsi asal Afghanistan.

Dalam unggahan tersebut, Veronica mengungkapkan puluhan pengungsi asal Afghanistan menjadi sasaran kekerasan saat dibubarkan oleh polisi di Pekanbaru pada Senin, 17 Januari 2022.

Veronica Koman mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan kantor UNHCR Indonesia itu menyusul kasus bunuh diri pengungsi Afghanistan.

Menurut Veronica Koman, semua pengungsi asal Afghanistan tersebut depresi untuk pemukiman kembali.

“Puluhan pengungsi Afghanistan menjadi sasaran kekerasan saat dibubarkan paksa oleh polisi Indonesia hari ini (17/1/22) di Pekanbaru. Mereka berunjuk rasa di depan kantor @UNHCRindo menyusul bunuh diri seorang pengungsi Afghanistan kemarin. Mereka semua putus asa untuk pemukiman kembali,” kata Veronica Koman, dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @VeronicaKoman pada Selasa, 18 Januari 2022.

Veronica Koman mengaku mendapat kiriman video lainnya yang menunjukkan dua pengungsi tengah kesakitan dan tidak dapat beralan dengan baik setelah dipukuli.

Namun, video tersebut tidak dapat diunggah ke media sosial karena alasan keamanan.

“Saya menerima video lain yang menunjukkan dua pengungsi yang jelas-jelas kesakitan dan tidak dapat berjalan dengan baik karena dipukuli – tetapi tidak dapat membagikannya karena alasan keamanan,” ujarnya.

Ia menilai, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri harus bertanggung jawab terhadap angka bunuh diri yang meningkat di kalangan pengungsi.

“Pemerintah Indonesia @Kemlu_RI harus bertanggung jawab atas meningkatnya jumlah kematian akibat bunuh diri di kalangan komunitas pengungsi di Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, ia meminta agar pemerintah dapat menemukan solusi jangka panjang dan melobi sejumlah negara untuk menerima para pengungsi.

Pasalnya, hingga saat ini sudah 15 pengungsi yang melakukan bunuh diri selama penantian pemukiman kembali.***

Sumber Berita / Artikel Asli: Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here