Vaksin Nusantara Sulit Diakses Masyarakat Umum Tapi Dipakai Pejabat Negara?

620
Prabowo Subianto

Vaksin Nusantara hingga saat ini sulit untuk diakses oleh masyarakat umum meski dipercaya manfaatnya oleh sejumlah kalangan.

Hal itu karena Vaksin Nusantara ditetapkan bukan sebagai vaksinasi melainkan layanan rumah sakit oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Meski begitu sejumlah pejabat negara dan tokoh masyarakat mampu mengakses vaksin tersebut.

Terakhir, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengumumkan dirinya telah mendapatkan Vaksin Nusantara sebagai booster dari Dokter Terawan Agus Putranto.

Pengakuan tersebut disampaikan melalui akun Instagram @prabowo, Kamis, 13 Januari 2022.

Tampak Menteri Pertahanan itu mendapat suntikan dari mantan Menteri Kesehatan.

“Meningkatkan imun dan kekebalan tubuh dengan Vaksin Nusantara,” tulis Prabowo seperti dikutip Galamedia, Kamis, 13 Januari 2022.

Dalam keterangan foto, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengucapkan terima kasih kepada Terawan yang telah menyuntik dirinya dengan Vaksin Nusantara.

“Terima kasih Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, atas booster Vaksin Nusantara yang telah diberikan kepada saya,” tulisanya.

Sebelumnya pun Prabowo menyatakan Vaksin Nusantara bisa menjadi titik terang dari lorong panjang melawan pandemi Covid-19.

Hal itu diutarakan pada buku ‘Mengenal Serta Membuat Vaksin Nusantara’.

Prabowo mengatakan bahwa vaksin ini salah satu bentuk pertahanan negara, khususnya di bidang kesehatan dalam menghadapi perang biologis melawan Covid-19 dan memberikan dukungan terhadap karya anak bangsa.

Meski begitu, hingga saat ini pemerintah lebih cenderung menggunakan produk impor. Pasalnya, pengembangan Vaksin Nusantara terhambat.

Sedangkan pengembangan Vaksin Merah Putih hingga saat ini masih terseok-seok. Terlebih, usai dileburnya Lembaga Eijkman ke BRIN.

Vaksin Nusantara merupakan merupakan vaksin Covid-19 besutan Terawan. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberi izin uji klinis fase II.

Vaksin Nusantara pada akhirnya hanya dilakukan untuk kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, uji klinis vaksin tersebut bukan untuk dimintakan izin edar oleh BPOM.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan Vaksin Nusantara saat ini sudah diizinkan untuk dipakai di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Hal itu diungkapkannya saat berbincang-bincang dengan Deddy Corbuzier pada tayangan video YouTube di kanalnya dikutip Selasa, 28 Desember 2021.

Namun, lanjut dia, Vaksin Nusantara dipakai bukan sebagai vaksinasi tapi sebagai layanan rumah sakit.

“Karena dia kan mengambil darah dari seseorang, masukan seperti virusnya, sehingga darahnya mengeluarkan antibodi spesifik kepada yang bersangkutan, kemudian disuntikan kembali kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Ia menyatakan, layanan Vaksin Nusantara tersebut mirip seperti Stem Cell.

Menkes mencontohkan ketika Deddy Corbuzier ingin memiliki rambut lebat maka rambutnya diambil terlebih dulu untuk mendapatkan penanganan. Kemudian rambut tersebut ditanamkan kembali.

“Jadi engga bisa untuk massal. Karena individual. Jadi vaksinasi massal, enggak mungkin bisa,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap mempersilahkan bagi pihak-pihak tertentu yang ingin menggunakan Vaksin Nusantara tersebut.

“Kalau ada orang percaya, dan ingin itu, corcern-nya dia, ya terserah. Ya silahkan. Makanya hanya disediakan di rumah sakit,” katanya.

Namun untuk mendapatkan akses Vaksin Nusantara, masyarakat harus mendatangi RSPAD Gatot Soebroto.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here