Ustaz Abdul Somad dan Gus Baha Berpeluang Lengserkan Said Aqil Siradj di Muktamar NU 2021

937
Kolase foto KH Said Aqil, UAS, Gus Baha. KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dan Ustaz Abdul Somad alias UAS dikabarkan berpotensi menggeser Said Aqil Siradj di perburuan ketua umum PBNU pada Mukatamar ke-34 NU di Lampung Desember 2021 nanti. /Antara

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dan Ustaz Abdul Somad alias UAS dikabarkan berpotensi menggeser Said Aqil Siradj di perburuan ketua umum PBNU pada Mukatamar ke-34 NU di Lampung Desember 2021 nanti.

Dikutip dari rembangbicara.pikiran-rakyatcom, Gus Baha masuk bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indostrategic.

Untuk sementara ini, hasil survei mencatat jika Gus Baha menduduki posisi keempat dengan persentase 12,4 persen.

Ulama muda asal Rembang itu menempel ketat posisi Ketum PBNU yang sekarang, KH Said Aqil Siradj yang ada di urutan ketiga.

Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam menjelaskan, jika posisi teratas untuk sementara ditempati Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.

Selanjutnya pada urutan kedua ada nama KH Hasan Mutawakkil Alallah mendapat 22,2 persen, yang juga punya kesempatan menggeser Said Aqil.

 

“Calon Ketum PBNU di posisi pertama KH Marzuki Mustamar dengan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen. KH Said Aqil Siraj 14,8 persen yang juga incumbent. Lalu KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha mendapat 12,4 persen,” kata Umam.

Nama Gus Baha, kata Umam menjadi sinyal kuat adanya ekspektasi warga Nahdliyin pada peran kepada kiai muda.

Gus Baha dinilai sebagai jawaban atas tradisi intelektual pesantren yang sempat luntur.

 

Populernya Gus Baha di berbagai chanel media sosial dinilai efektif untuk menambah popularitasnya di kalangan warga NU secara umum.

Popularitas Gus Baha makin meningkat di daerah Jawa Tengah, Yogjakarta dan Jawa Timur.

“Media exposure Gus Baha menambah literasi keilmuan sekaligus popularitas nama Gus Baha di kalangan warga NU,” ucapnya.

Umam menilai, Kiai Said membawa PBNU pada karakter berani dan tegas kepada kelompok-kelompok Islam radikal.

Namun di sisi lain, hal itu berimbas pada semakin lekatnya PBNU dalam kerja-kerja politik praktis.

“Terlebih lagi, ketika kekuasaan saat ini, the ruling power dihadapkan pada tantangan eksploitasi politik identitas,” ucapnya.

Sebagai informasi jika Survei Indostrategic dilakukan pada 23 Maret sampai dengan 5 April 2021.

Survei tersebut melibatkan 1.200 orang responden yang merasa memiliki kedekatan dengan NU.

“Survei ini memiliki margin of error sebesar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” katanya.

Selain Gus Baha, Ustaz Abdul Somad juga dikabarkan mendapat banyak dukungan untuk menjadi Ketua PBNU.

Dari informasi pada laman web pollingkita.com, Ustaz Abdul Somad menang telak atas KH Said Aqil Siraj dalam polling tentang “Siapa Menurut Anda Yang Lebih Layak dipilih AHWA Sebagai Rais Amm PBNU dalam Muktamar NU Desember 2021 Nanti? SAS Atau UAS?”

UAS meraih suara sebanyak 93,2 persen, sementara KH Said AAqul Siraj atau SAS meraih 6,8 persen pada Jumat, 1 Oktober 2021 pada pukul 19.42 WIB.

 

Polling ini memiliki opsi jawaban dan sudah menerima 2082 suara.

Di kalangan pengurus cabang atau wilayah NU, nama Said Aqil Siroj dan Yahya Cholil Staquf menguat di bursa Ketua Umum PBNU.

Terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum, sempat muncul perbedaan pendapat di Munas dan Konbes NU 2021.

Mayoritas peserta Konbes dan Munas NU menyetujui bahwa Ketua Umum dipilih oleh pemilik suara yang sah, yaitu PWNU dan PCNU.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengaku siap saja dan tidak keberatan jika dicalonkan kembali menjadi ketua umum saat Muktamar NU ke-34 di Lampung, Sumatera pada 23-25 Desember 2021.

Dia mengungkapkan terkait kesiapannya tersebut tentu tidak ada masalah dan batasan, terutama dalam ketentuan di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

Apabila itu kenyataan, Said Aqil Siradj akan menjadi calon Ketua Umum PBNU untuk ketiga kalinya setelah dua kali sebelumnya menjadi calon dan terpilih sebagai ketua umum pada Muktamar NU ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan dan ke-33 di Jombang, Jawa Timur.

“Siap, kalau diminta. Karena, tidak ada batasan (AD/ART), tidak ada masalah. Gus Dur saja tiga kali (menjadi Ketua Umum PBNU),” kata dia saat berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri dilansir Lingkar Madura dari Antara, Kamis, 7 Oktober 2021.

Sedangkan untuk Muktamar NU ke-34 sendiri, dia mengatakan pihaknya telah siap melaksanakannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat sesuai arahan Satuan Tugas COVID-19.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 7