Usai SBY dukung Jokowi, politisi Demokrat malah nyinyir: Masih nego dengan buzzerRp!

468
Presiden Jokowi dan SBY di Istana Merdeka pada 2017. Foto BPMI Setpres

Setelah presiden keenam Republik Indonesia sekaligus pertinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendoakan pemerintah, kini politikus Partai Demokrat, Yan Harahap malah melayangkan kritikan terhadap pemerintah soal penanganan pandemi dan keberadaan kelompok buzzerRp.

Yan Harahap menyindir cara pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Menurut dia, pemerintah dalam menajalankan kebijakan stratergis kerap bernegosiasi dengan para buzzerRp.

Kendati begitu, kebijakan yang dimaksud olehnya bukan soal penanganan pandemi, melainkan terkait pembungkaman para pengkritik.

“Soal kebijakan strategisnya mungkin masih nego dengan para buzzerp,” kata Yan melalui akun Twitter YanHarahap dikutip Hops pada Kamis, 21 Juli 2021.

“Kira-kira yang mana lagi yang harus ‘dibungkam’ dan ‘difitnah’ jika coba-coba mengkritisi,” sambungnya.

Lambang Partai Demokrat. Foto: Wikipedia
Lambang Partai Demokrat. Foto: Wikipedia | Usai SBY dukung Jokowi, politisi Demokrat malah nyinyir: Masih nego dengan buzzerRp!

Dalam kicauannya tersebut, Yan Harahap juga membagikan berita yang membahas soal pernyataan pakar epidemiologi terkait penangan pandemi di Indonesia.

Berdasarkan artikel BBC yang dikutipnya, Epidemilog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai Indonesia akan membutuhkan waktu lama untuk keluar dari pandemi Covid-19.

“Tampaknya Indonesia akan selesai belakangan dari situasi krisis pandemi. Ini bukan estimasi yang mengenakkan, tapi kondisi saat ini mengarah ke situ,” ujar Dicky.

Dicky juga menjelaskan, di Indonesia bukan tidak mungkin akan muncul suatu varian virus baru dari pergerakan manusia yang tidak terkendali dari pulau-pulau lain.

“Potensi itu besar, seperti pada kasus flu burung muncul strain super. Ketika swine flu juga Indonesia yang terakhir keluar dari wabah,” jelasnya.

SBY dukung Presiden Jokowi

Presiden Jokowi dan SBY
Presiden Jokowi dan SBY di Istana Merdeka pada 2017. Foto BPMI Setpres

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Luqman Hakim ikut angkat bicara soal doa Ketua Majelis Tinggi partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

Dia menilai, SBY sebenarnya dukung Presiden Jokowi terkait langkah pemerintah dalam mengatasi badai pandemi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, SBY memanjatkan doanya, agar sang Khalik membimbing Pemerintah Indonesia dalam menghadapi virus Corona.

Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin,” kata SBY melalui akun jejaring media sosial Twitter pribadinya.

Menanggapi hal tersebut, Luqman Hakim menilai doa yang dibuat oleh SBY merupakan bentuk dukungan pribadinya terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Bagi saya, doa Pak SBY adalah bagian dari wujud dukungan Pak SBY kepada Presiden Jokowi, agar dengan pertolongan Tuhan mampu membawa bangsa Indonesia memenangkan perang terhadap pandemi Covid-19 ini,” ujarnya, dikutip Hops dari Rmol pada Kamis, 29 Juli 2021.

Di sisi lain, pernyataan SBY soal doa terhadap pemerintah itu juga melambangkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang religius.

Bahkan sudah seharusnya dalam setiap denyut nadi perjalanan bangsa menyatukan dua pendekatan, yakni bekerja keras sekaligus berdoa memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Terlebih, Luqman menilai dengan berdoa kepada Tuhan maka bangsa Indonesia diberikan kekuatan dan pertolongan.

“Para kiai, ulama, dan pemuka agama sudah sejak lama berdoa, bermunajat dan bermujahadah kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, agar bangsa Indonesia diberi kekuatan dan pertolongan menghadapi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here