Usai ‘Ribut’ Soal Anggaran, Sri Mulyani dan Bambang Soesatyo Pamer ‘Kemesraan’ Bareng Luhut dan Airlangga

700
Usai 'Ribut' Soal Anggaran, Sri Mulyani dan Bambang Soesatyo Pamer 'Kemesraan' Bareng Luhut dan Airlangga /Instagram @smindrawati

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memperlihatkan kebersamaan usai menjadi sorotan lantaran dua lembaga itu bersitegang soal anggaran.

Pimpinan MPR sebelumnya sempat mendesak agar Sri Mulyani dicopot dari jabatannya karena telah memangkas anggaran MPR. Bambang Soesatyo bahkan sempat menyebut Sri Mulyani tak menghargai MPR karena tak hadir dalam rapat.

Namun dalam unggahan Stafsus Sri Mulyani, Yustinus Prastowo di twitter, keduanya terlihat akrab dan berfoto bersama.

Tak hanya Sri Mulyani dan Bambang Soesatyo, dalam foto tersebut juga ada Ketua DPR RI Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

“Indahnya kebersamaan sore ini. Pak Airlangga, Pak Luhut, Pak Bahlil, Bu Sri Mulyani dan tak ketinggalan Pak Bamsoet,” tulis Prastowo Jumat, 3 November 2021.

Sebelumnya, soal adanya pemangkasan anggaran Sri Mulyani sempat memberikan penjelasan kepada publik termasuk MPR RI. Sri Mulyani mengungkap bahwa pemangkasan anggaran tersebut karena refocusing APBN berkaitan dengan Covid-19.

 

“Sehubungan dengan pernyataan pimpinan MPR mengenai ketidakhadiran Menkeu dalam undangan rapat dengan pimpinan MPR membahas anggaran MPR dapat dijelaskan sbb,” tulis Sri Mulyani dalam unggahan Instagram @smindrawati Rabu, 1 Desember 2021 yang lalu.

Dia menjelaskan bahwa terkait rapat dengan MPR, ia menerima undangan untuk pelaksanaan rapat 27 Juli 2021 namun bersamaan dengan internal Presiden.

Rapat kedua pada 2 September 2021 ia juga tak hadir lantaran bersamaan dengan Rapat Banggar DPR RI sehingga rapat ditunda. Rapat dengan MPR diputuskan ditunda,” ujarnya.

Terkait anggaran MPR yang dilakukan pemangkasan kata dia, hal tersebut lantaran adanya refocusing terhadap anggaran kementerian dan lembaga karena terimbas Covid-19.

 

“Seluruh anggaran KL harus dilakukan refocusing 4 kali, tujuannya adalah untuk: membantu menangani Covid-19 (klaim pasien yang melonjak sangat tinggi, akselerasi vaksinasi, pelaksanaan PPKM di berbagai daerah,” jelas dia.

“Anggaran juga difokuskan membantu rakyat miskin dengan meningkatkan bansos, membantu subsidi upah para pekerja dan membantu UMKM akibat mereka tidak dapat bekerja dengan penerapan PPKM level 4,” imbuhnya.

Dia juga menyatakan bahwa dirinya menghormati fungsi dan tugas semua lembaga tinggi negara yang diatur Undang-Undang.

“Menkeu menghormati fungsi dan tugas semua Lembaga Tinggi Negara yang diatur dan ditetapkan peraturan perundang-undangan,” kata Sri Mulyani.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

24 + = 25