Usai Ciduk Ustadz Farid Okbah Cs, Densus 88 Buru Otak dan Pemberi Dana Kelompok Teroris

332
Kabag Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar./PMJ News/ /

Usai menangkap Ustadz Farid Okbah Cs, Densus 88 Antiteror Polri kini tengah memburu otak aksi teror dan pemberi dana kelompok teroris.

Hal itu diungkapkan Kabag Banops Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 25 November 2021.

Disebutkan, Densus 88 kini memburu otak aksi teror dan para pemberi dana untuk kelompok teroris.

“Sekarang kita naik ke atas, ke bagian otak strategi seperti pendanaan dan lainnya,” ujar Aswin Siregar.

Aswin menegaskan Densus tidak pernah melakukan kriminalisasi terhadap pihak manapun.

Dia menekankan Densus selalu melakukan penangkapan dengan mengantongi alat bukti permulaan yang cukup.

“Padahal kita juga di sini jelaskan tidak ada kriminalisasi, tidak ada tindakan kita yang tidak berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup. Kita sudah memiliki alat bukti permulaan yang cukup di tangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) memiliki program meraih simpati masyarakat.

Mereka berupaya melakukan kegiatan seperti mengirim bantuan hingga bergerak di bidang pendidikan.

“Yang dalam pelaksanaannya memang selalu dikaburkan oleh kegiatan-kegiatan yang di mata publik merupakan kegiatan-kegiatan yang dalam ‘tidak melanggar’. Seperti pendidikan, kemudian pengiriman bantuan ke luar negeri terutama ke daerah Suriah, pakaian, makanan, dan lain-lain yang dikawal oleh untuk mereka,” ujar

Menurutnya, program-program itu sengaja dilakukan anggota JI untuk meraih simpati masyarakat.

Dia mengatakan simpati masyarakat diperlukan untuk mendapat dukungan bagi aktivitas JI.

“Sehingga memang tidak kelihatan seperti itu. Padahal itu adalah bagian dari program atau strategi untuk meraih simpati masyarakat. Penguasaan wilayah dengan dukungan,” tuturnya.

Aswin mengungkit penangkapan Ustaz Farid Okbah dan beberapa tersangka kasus dugaan terorisme yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, para tersangka kasus terorisme itu berhasil meraih simpati masyarakat.

“Sehingga pada suatu saat, seperti kita hadapi kemarin ketika kita menangkap tersangka yang tersangkut dengan organisasi ini, publik bereaksi seolah-olah kita telah menzalimi, telah mengkriminalisasi gitu ya,” ucapnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

55 − 48 =