Usai Anggota TNI AU Merauke Injak Kepala Orang Papua, Netizen Naikkan Tagar ‘Pecat’ dan ‘Rasis’

805

Sebuah video yang menayangkan orang Papua diinjak kepalanya oleh dua anggota TNI AU Merauke sedang heboh diperbincangkan publik di media sosial (medsos).

Usai video tersebut viral, para netizen menggaungkan tagar ‘pecat‘ dan ‘rasis‘ di Twitter hingga masuk daftar trending.

Mereka mengecam keras tindakan brutal yang dilakukan dua anggota TNI AU Merauke terhadap satu orang Papua yang diduga juga mengidap keterbelakangan mental.

“Wajar kalau dua oknum TNI AU agar diproses secara hukum, mereka diberi tugas untuk melindungi dan mengayomi masarakat bukan malah sebaliknya membuat kegaduhan dalam masyarakat,” ujar netizen akun @jun_sidi dikutip Isu Bogor pada Rabu, 28 Juli 2021.

“Karena dipulau cendrawasih hal kekerasan sangat sensitif, kalau perlu pecat untuk membersihlan nama TNI AU,” lanjutnya.

“Harusnya dipecat biar merasakan jadi rakyat jelata,” imbuh akun @neraka_jarum.

 

Tak hanya netizen, aktivis HAM Veronica Koman juga melontarkan pembelaannya terhadap orang Papua tersebut.

Ia mendesak agar aparat hukum mengadili dua anggota TNI AU yang terlibat lantaran telah melakulan tindakan rasis.

“Anggota TNI AU Serda Dimas dan Prada Vian harus diadili atas tindakan rasisnya ini di pengadilan sipil,” ungkap Veronica Koman.

Namun, tak sedikit pula netizen yang menganggap apa yang dilakukan oleh dua anggota TNI AU itu bukanlah rasis, ada yang mengatakan itu tindakan pengamanan, ada pula yang menilai itu kekerasan.

“Lebih ke tindak kekerasan sih, bukan rasis,” kata akun @as_lukmana.

“Wajar ditindak TNI, karena di melakukan perlawanan. TNI tidak rasis, suku apapun kalau melawan dan berbuat onar pasti ditindak TNI,” ujar akun @YasirMalahi.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here