Ungkit Kritikan Fadjroel Rahman di Era SBY, Kader Demokrat: Sekarang Malah Kebakaran Jenggot

258
Fadjroel Rachman

JAKARTA–Kritik lawas Juru Bicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Fadjroel Rahman soal pesawat kepresidenan di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY kembali diungkit.

Kritik lawas Fadjroel tersebut diunggah kembali oleh Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana tentang cuitan Fadjroel lewat akun Twitternya.

“Beye, kamu pikir rakyat itu bodoh,” tulis Fadjroel lewat akun Twitter @fadjroel.

Panca menilai, cara Fadjroel mengkritik pemerintahan SBY kala itu menggunakan bahasa yang sangat kasar.

 

Namun, kala itu disebut oleh Panca tidak ada satu pun pihak yang baperan.

“Bagaimana orang kayak dulu mengkritik Presiden SBY soal pengecatan ulang pesawat bahasanya kasar banget, tapi enggak ada yang baperan,” ujar Panca.

Ia membandingkan dengan situasi saat ini, banyak pihak yang baperan saat pesawat kepresidenan dicat ulang berwarna merah.

“Jokowi dikritik sopan saja pendukungnya kayak si Panjoel kebakaran jenggot,” ungkapnya.

Cuitan tersebut dibuat pada 14 April 2014 silam. Fadjroel mengomentari artikel pemberitaan salah satu media online yang melaporkan harga pengecatan ulang pesawat kepresidenan era SBY menjadi dominan biru.

 

Sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan membenarkan telah melakukan pengecatan ulang pada Pesawat Kepresiden-1 atau Pesawat BBJ 2.

Hal ini menyusul adanya cuitan Pengamat penerbangan Alvin Lie yang mengungkap bahwa pesawat kepresidenan diubah warnanya kini menjadi merah putih.

Pengecatan Pesawat BBJ 2 telah direncanakan sejak tahun 2019, terkait dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020.

Adapun proses pengecatan sendiri kata Heru, merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ.

Perawatan rutin Pesawat BBJ 2 jatuh pada tahun 2021 merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik.

Sehingga tahun 2021, Istana Kepresidenan melakukan perawatan dan pengecatan warna putih sesuai rencana sebelumnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : (genpi/fajar)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here