Ucapkan Maaf sebelum Rusmini Meninggal Dunia, sang Anak Janji Bertaubat dan Tak Ulangi Perbuatan

739

Rusmini (60), ibu asal Surabaya yang sempat viral karena kepalanya ditendang oleh sang anak dikabarkan meninggal dunia.

Rusmini meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr M Soewandhie, Surabaya pada Selasa (27/8/2019) sekitar pukul 14.00 WIB karena menderita penyakit komplikasi.

Anak bungsu Rusmini yang sempat menendang kepalanya, Andri (21), tak henti-hentinya meminta maaf kepada sang ibu.

Dilansir TribunWow.com dari SURYA.co.id, Selasa (27/8/2019), Andri sempat meminta sang ibu untuk segera sembuh.

Hal ini disampaikan oleh Novi, anak kedua Rusmini.

Novi mengungkapkan bahwa Andri sempat berjanji untuk bertaubat dan akan segera bekerja.

Novi juga menyebut Andri mengatakan pada Rusmini akan menuruti semua permintaan sang ibu.

“Adik saya bilang ‘bu kalau kuat ayo, aku akan kerja, aku nurut ibu’,” ucap Novi.

“Ibu minta apa saja aku turuti. Ojo nganu aku terus aku gak popo,” lanjutnya.

Selain meminta maaf kepada Rusmini, Andri sebelumnya juga telah meminta maaf pada semua anggota keluarganya.

Ia mengaku menyesal telah menendang kepala ibu kandungnya sendiri dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Adik minta maaf sama kakak, sama bapak, katanya wes minta maaf sudah taubat,” tutur Novi.

Novi menceritakan, saat Andri meminta maaf pada Rusmini, ibunya itu hanya merespon dengan meneteskan air mata.

Rusmini yang saat itu sedang drop karena penyakit jantung dan paru-paru tak dapat mengucapkan kata-kata apapun.

“Ibu masih merespon saat dibisiki sama adik saya.”

“(Rusmini) langsung meneteskan air mata,” tutur Novi.

Meskipun sudah menderita penyakit jantung dan paru-paru sejak lama, Rusmini tetap berusaha membantu ekonomi keluarga dengan berjualan es teh.

Ibu yang merupakan warga Kedondong Kidul gang 1, RT 05/RW 06, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur itu selalu memberikan uang jajan pada Andri dari hasil berjualan es teh.

Setelah video Andri yang menendang kepala Rusmini viral di media sosial, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membantu Andri dengan memberikan pelatihan kerja.

 

Andri rencananya akan mengikuti pelatihan pekerjaan sebagai tukang servis AC.

Namun, karena sang ibu meninggal dunia Andri tak dapat mengikuti pelatihan kerja itu.

“Sebenarnya hari ini Andri ikut pelatihan tetapi ibu dipanggil duluan,” kata Novi.

Rusmini selama ini berjuang melawan penyakit jantung dan paru-paru yang telah diderita sejak tahun 1993.

Rusmini juga sempat menolak untuk dioperasi oleh pihak rumah sakit.

Sementara itu, suami Rusmini saat ini sudah berusia 70 tahun dan tidak bekerja.

Novi menceritakan seluruh biaya pengobatan Rusmini di RS Dr M Soewandhie ditanggung oleh Pemkot Surabaya.

Novi mengungkapkan, Rusmini saat itu sudah tak kuat menahan sakit yang diderita sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit.

“Mungkin kemarin (Rusmini) sudah tidak kuat menahan, langsung dibawa ke rumah sakit.”

“Seluruh biaya ditanggung Pemkot (Surabaya),” ucap Novi.

Sebelumnya, sebuah video Rusmini yang ditendang kepalanya oleh anaknya sendiri, Andri, viral di media sosial.

Saat itu Andri merasa kesal karena ibunya tak memberikan uang Rp 10 ribu yang ia minta.

Sempat berdebat dengan Rusmini, Andri yang saat itu berbaring di dekat ibunya langsung berdiri dan menendang kepala Rusmini.

tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here