Ubedillah Badrun Dituding Jadi ‘Kacung’ PKS Usai Laporkan Anak Jokowi ke KPK: Ini Nggak Ada Urusan Sama Politi

403
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun .

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga merupakan aktivis ’98, Ubedillah Badrun saat ini tengah jadi sorotan publik usai nekat melaporkan dua anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebagaimana diketahui, Ubedillah Badrun melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK terkait adanya dugaan pencucian uang serta korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Usai melaporkan dua anak Presiden Jokowi ke KPK, Ubedillah Badrun mengaku bahwa dirinya mendapat ancaman dari banyak pihak.

Selain itu, banyak orang yang menuding bahwa Ubedillah Badrun adalah simpatisan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang saat ini menjadi partai oposisi pemerintah.

Ubedillah Badrun disebut-sebut menjadi simpatisan PKS sehingga membuatnya nekat melaporkan dua anak Presiden ke KPK dengan tujuan menjatuhkan citra Presiden Jokowi.

Menanggapi tudingan tersebut, Ubedillah Badrun dengan tegas mengatakan bahwa dirinya bukanlah orang partai politik.

“Orang mengatakan ini politis, mau pemilu dan Ubed itu ada kaitannya dengan partai, no nggak ada,” kata Ubedillah Badrun seperti dikutip Kabar Besuki dari Youtube Realita TV.

“Untuk apa coba, mengajukan sesuatu yang sangat sensitif, ini anak presiden loh, itu penuh risiko, ya kalau sesuatu yang penuh risiko, oh itu nekat banget, ya karena saya gak memihak ke politis,” sambungnya.

Ubedillah Badrun menegaskan bahwa pelaporannya terhadap dua anak Presiden Jokowi tidak ada hubungannya dengan partai politik.

Pria yang akrab disapa Ubed itu juga mengaku bahwa dirinya pernah beberapa kali datang mengunjungi PKS. Namun ia mengatakan bahwa kunjungannya ke PKS itu semata-mata hanya untuk berdiskusi dan berbagi ilmu.

Ia menegaskan bahwa dirinya bukan sosok kader atau simpatisan PKS yang sengaja diperintah untuk melaporkan dua anak Presiden Jokowi.

“Jadi pertama bahwa saya tidak hubungannya dengan partai politik, saya ke PKS itu diundang karena keilmuan saya, diundang pelatihan, memberikan isi seminar, lalu saya diklaim kader partai, ya nggak lah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ubedillah Badrun juga mengatakan bahwa dirinya tidak hanya datang ke PKS tetapi juga pernah datang ke beberapa partai besar lain seperti PDIP dan Golkar untuk mengisi materi.

“Jadi itu keliru, kalau saya orang partai, itu nggak logis,menyimpulkan suatu peristiwa dari data yang sangat permukaan, itu kan keliru,” tuturnya.

“Ini hanya tanggung jawab moral sebagai akademisi ketika melihat sesuatu yang tidak beres ya saya lakukan itu, ini nggak ada urusan sama politik. pungkasnya***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here