Ubedilah Badrun Gelisah Saat Korupsi Merajalela Namun Petinggi Negara Menganggap Hal Itu Baik-baik Saja

575
Ubedillah Badrun

Ubedilah Badrun sempat merasa gelisah mengenai soal praktik korupsi yang merajalela namun petinggi Negara anggap hal itu baik-baik saja

Sosok guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu belakangan ini menjadi perbincangan hangat.

Lantaran baru-baru ini Ubedilah Badrun memberanikan diri untuk mengadukan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kesempatan berbincang dengan Refly Harun, Ubedilah Badrun mengungkapkan alasannya berani berbicara jujur ​​dan melawan tindakan sewenang-wenang sejumlah pihak.

Alasannya adalah Ubedilah Badrun tetap memegang teguh sabda Nabi Muhammad hingga saat ini.

Prinsip ini juga menyentuh hati Ubedilah Badrun ketika melihat praktik yang menyakiti banyak orang.

Dia percaya kaum intelektual harus turun tangan ketika pemerintah menunjukkan sikap tidak adil, seperti korupsi yang meluas, tetapi para pejabatnya tetap diam.

“Semangat itu membuat saya gelisah negara makin amburadul, ketika negara korupsi merajalela dan petinggi menganggap itu baik-baik saja. Situasi semacam itu mesti ada kaum intelektual menyampaikan kebenaran yang menyuarakan kebenaran, karena nanti efeknya mengubah keadaan secara lebih besar,” tutur Ubedilah Badrun.

Tentu saja, jika niat baik itu berhasil, Ubedilah Badrun yakin itu bisa berdampak besar bagi banyak orang.

“Kalo agenda-agenda kebaikan ini kemudian berhasil dampaknya luar biasa untuk orang banyak. Semangat ‘khoirunnas anfauhum linnas’ sebenarnya yang muncul dalam pikiran saya dan itu yang kemudian nyambung dengan semangat reformasi,” tutur Ubedilah Badrun.

Sebagai informasi, Gibran Rakabuming dan Kaesang dikabarkan dilaporkan ke KPK oleh dosen Universitas Negeri Jakarta, Ubeidillah Badrun.

Ubedilah Badrun menduga kedua putra Presiden Jokowi itu terlibat KKN dalam menjalin hubungan bisnis perusahaannya.

Salah satu dugaan kuat adalah mengapa perusahaan yang masih baru, Gibran Rakabuming dan Kaesang, mampu mendapatkan suntikan modal yang begitu besar dalam waktu dekat.

Menurut Ubedilah Badrun, perusahaan Gibran Rakabuming dan Kaesang mampu membeli saham senilai hampir Rp 100 miliar.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here