Tunggu Reaksi Aparat, Rocky Gerung Tantang Pembuat ‘404: Not Found’ Bikin Mural Puji-puji Jokowi

231

Pengamat sosial dan politik Rocky Gerung khawatir pada sikap penguasa dan aparat yang memburu pembuat mural mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusung tema ‘404: Not Found’.

Rocky Gerung menilai bahwa presiden dan aparat setempat terlalu ‘tegang’ menanggapi kritikan melalui mural tersebut.

“Sepertinya presiden dan aparat terlalu tegang,” kata Rocky Gerung.

Jika membuat mural kritik seperti ‘404: Not Found’ lantas dihapus aparat dan pembuatnya diburu, maka Rocky Gerung seolah menantang si pembuat mural untuk membuat karya yang temanya memuji presiden.

Rocky Gerung berandai-andai jika muralnya berisi pujian, maka tidak akan dihapus dan sebaliknya.

“Jadi ajaibnya nih, kalau kita memuji presiden, muralnya nggak bakal dihapus, kalau ngeledek justru dihapus,” katanya.

“Padahal dua-duanya statusnya adalah ekspresi, ekspresi pujian dan ekspresi kritik,” sambung Rocky Gerung.

Seperti diketahui, mural mirip wajah Presiden Jokowi yang terpampang di kawasan Batuceper, Tangerang, sedang ramai diperbincangkan.

Mural itu telah dihapus dan polisi dikabarkan sedang mencari pembuatnya. Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim menilai, pembuat mural itu telah melecehkan presiden yang dinilainya sebagai lambang negara.

Namun, anggapan Presiden adalah lambang negara ditampik oleh kalangan ahli, satu di antaranya Pakar Hukum, Refly Harun.

“Sudah berkali-kali dijelaskan bahwa presiden itu bukan lambang negara, maka saya bilang mengatakan presiden lambang negara itu berarti menghina. Karena itu sama saja menganggap presiden benda mati,” kata Refly, dikutip Pikiran-rakyat.com dari YouTube Refly Harun.

Mural mirip wajah Jokowi yang digambar di tembok berwarna merah itu pada bagian matanya ditutupi dengan tulisan ‘404: Not Found’. Apa arti 404: Not Found sebenarnya?

404: Not Found adalah pesan error dalam dunia teknologi. Pesan ini biasanya muncul ketika hendak membuka sebuah halaman situs di internet namun ternyata tidak bisa dibuka.

Melanggar hukum

Sementara itu, Stafsus Mensesneg Bidang Komunikasi, Faldo Maldini secara terangan-terangan menentang soal mural tersebut melalui unggahannya di Twitter.

Dalam unggahan Twitter miliknya, Faldo Maldini menyebutkan bahwa seni berkreasi mural tidaklah salah jika memiliki izin dan tidak melawan hukum.

Pasalnya, mural tersebut memperlihatkan wajah menyerupai wajah Jokowi yang pada bagian mata ditutupi dengan tulisan 404: Not Found dengan latar merah.

Akibat kegaduhan yang muncul, aparat gabungan setempat menghapus mural wajah yang menyerupai wajah Joko Widodo yang tergambar di sekitar wilayah Batuceper, Kota Tangerang.

Menurutnya, seni mural yang memuat gambar wajah Presiden telah mencederai hak dan bersikap sewenang-wenangnya, serta melanggar hukum yang harus diingatkan.

Jadi, mural itu, gak salah. Kalau ada ijinnya. Kalau tidak, berarti melawan hukum, berarti sewenang-wenang. Makanya, kami keras. Ada hak orang lain yang dicederai, bayangkan itu kalau tembok kita, yang tanpa ijin kita. Orang yang mendukung kesewenang-wenangan, harus diingatkan.” kata Faldo Maldini.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here