Tragedi Kanjuruhan Telan Ratusan Nyawa, Fahri Hamzah: Harus Dapat Jawaban Sempurna dari para Pemegang Amanah

154
Fahri Hamzah

Sepak bola Indonesia kembali berduka karena ratusan orang tewas usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan.

Hal ini membuat politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah lantas ikut menyoroti soal tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan nyawa tersebut.

Tragedi Kanjuruhan ini berawal saat ribuan suporter Arema FC, yakni Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah tim kesayangannya kalah 2-3 dari Persebaya dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan yang membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas sehingga banyak yang tumbang.

Suporter yang bertumbangan itu lantas membuat kepanikan di area stadion sehingga mereka berebut mencari jalan keluar.

Akan tetapi, jumlah pendukung yang membutuhkan bantuan medis tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.

Para suporter yang menjadi korban itu banyak yang mengeluh sesak nafas terkena gas air mata dan terinjak-injak saat berusaha meninggalkan tribun stadion.

Hingga saat ini tercatat 129 orang kehilangan nyawa akibat kerusuhan tersebut.

Namun, jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan itu masih terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Melalui akun Twitter miliknya pada Minggu, 2 Oktober 2022, Fahri Hamzah ikut merasakan kepedihan dan duka yang mendalam.

Fahri Hamzah menilai halmini merupakan ujian yang berat karena banyak nyawa yang hilang dan masih terus bertambah.

 

“Sementara korban nyawa bertambah, aku belum bisa memahami perasaanku kecuali kegalauan tentang mengapa nyawa begitu banyak hilang dan terus bertambah…berat sekali ujian ini,” kata Fahri Hamzah yang dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @Fahrihamzah pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Kemudian, Fahri Hamzah menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan itu harus memberikan jawaban kepada publik.

“Tapi sebagai warga negara kita selalu harus mendapat jawaban sempurna. Dari para pemegang amanah,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga juga mengakui bahwa tragedi Kanjuruhan ini terjadi begitu cepat.

“Begitu cepat, terlalu singkat waktu yg memakan ratusan nyawa ini,” tandasnya.

“Ayo berhenti sejenak. Ini soal nyawa,” tambahnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : pikiran rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here