Tragedi Kanjuruhan, Komika Bintang Emon Lontarkan Sindiran: Jangan Nongol Pas Dapet Cuannya Doang

146
Bintang Emon

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan ratusan suporter Arema Malang membuat semua pihak melontarkan kritikan keras.

Pasalnya, kerusuhan supporter dan penanggulangan kerusuhan yang terjadi usai laga antara Persebaya melawan Arema FC ini menelan korban yang terhitung sangat banyak.

Bahkan banyaknya korban juga disinyalir karena salahnya penanganan kerusuhan supporter yang dilakukan aparat keamanan.

 

Keprihatinan dan duka juga disampaikan oleh komika Bintang Emon.

Melalui akun Instagramnya @bintangemon mengunggah taggar #prayforkanjuruhan.

Dalam unggahannya Bintang Emon menuntut tanggung jawab semua pihak.

Baik panitia penyelenggara, Kepolisian, PSSI, LIB maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Turut berduka untuk semua keluarga dan kerabat yg ditinggalkan,” buka Bintang Emon di akun Instagramnya pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Ia berharap iklim supporter di Indonesia semakin sehat.

“Gaada yg ngedukung tindakan buat ngelukain orang lain demi tim bolalu kecuali gerombolan lu sendiri. Gaada bedanya ama penjahat lu pada,” ujar Bintang Emon.

Bintang Emon juga mengunggah harapnnya atas kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang, agar aparat makin tepat dalam pengambilan tindakan.

“Yg boleh punya senjata cuma bapak-bapak sekalian, ya wajar kalau mikirnya harus lebih jauh pak,” kata Bintang Emon.

“Kalo salah ambil keputusan gini siapa yg mau tanggung jawab pak? Enak situmah emang posisinya bisa nentuin siapa yg bener siapa yg salah,” sinisnya.

Tak hanya Kepolisian, kritikan Bintang Emon juga diarahkan pada panitia penyelenggara dan regulator.

Ia menuntut evaluasi penyelenggaraan dan pertanggungjawaban dari panitia penyelenggara dan pihak regulator.

“Jangan nongol pas dapet cuannya doang lau,” protes Bintang Emon.

Ia berharap semua pihak yang terkait dengan tragedi Kanjuruhan segera sadar diri dan bertanggung jawab secara benar.

Syukur-syukur ngundurin diri. Malu pak. Jan maruk ama jabatan,” ujar Bintang Emon.

 

Bintang Emon juga menyenggol Menteri Pemuda dan Olahraga yang disebutnya tak ada empati pada keluarga korban.

“Semoga pak menteri ada yg ngasih tau untuk gak kocak-kocak banget statementnya. Empati dikit pak. Ada ribuan anggota keluarga yg lagi masang bendera kuning, lau malah langsung ngomongin fifa. Kocak nih emang orang partai,” pungkasnya.

Dalam keterangan resminya Kapolda jawa Timur Irjen Nico Afinta menjelaskan bahwa penyebab banyaknya korban meninggal karena penumpukan massa.

“Terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas kekurangan oksigen,” kata Nico Afinta dalam keterangan resminya pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Nico menambahkan bahwa korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan mencapai 180 orang.

 

Sejumlah 127 orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya anggota Polri. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : pikiran rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here