TMII Setelah Diambil Alih Setneg Tak Terurus, Berkarya: Yayasan Pontang-panting Upayakan Biaya 4Miliar Sebulan

358

Kondisi Taman Mini Indonesia Indah atau TMII setelah diambil alih Sekretariat Negara (Setneg) diunggah netizen.

Netizen Romitsu Top di akunnya @RomitsuT mengunggah kondisi TMII sebelum dan sesudah diambil alih Pemerintah.

Dalam unggahannya di twitter diperlihatkan kondisi yang tak terawat. Bahkan beberapa bangunan wahana terlihat kotor seperti tak berfungsi.

“TMII sebelum dan sesudah di ambil alih dan dikelola oleh Pemerintah. Ambyeaaarrrrrrrr…….merusak bukan menambah baik,” protes @RomitsuT pada 19 Januari 2022.

Unggahan Romitsu mendapat tanggapan dari admin akun Berkarya Network, yang dalam bionya menyebut sebagai Min & Mon Intel Orba.

Dalam komentarnya @BERKARYA_NET menyebut bahwa yayasan yang sebelumnya bertanggung jawab dalam pemeliharaan TMII bertahun-tahun pontang panting.

Akun Berkarya Network menyebut biaya yang harus disediakan untuk pemeliharaan TMII tak kurang dari Rp4 miliar per bulan.

“Bertahun-tahun yayasan setiap bulan pontang panting mengupayakan +- 4 milyar biaya tambahan tuk pengelolaan TMII ini,” komentar akun Berkarya Network @BERKARYA_NET pada Kamis, 20 Januari 2022.

Biaya yang disebutkan hingga Rp4 miliar tersebut digunakan agar tetap bisa menyajikan wahana edukasi yang harganya terjangkau.

“Agar, tetap dapat menjadi wahana wisata edukasi masyarakat dengan HTM yg terjangkau. Kini, silahkan dilanjutkan. Selamat berjuang,” sindirnya.

Seperti diketahui, TMII diambil alih pengelolaannya oleh Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg)  sejak April 2021.

Sebelumnya pengelolaan TMII dilakukan Yayasan Harapan Kita  yang merupakan yayasan yang didirikan oleh Tien Soeharto, istri dari penguasa Orde Baru, Soeharto, selama 44 tahun.

Pengambilalihan tersebut dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 yang ditandatangani Presiden Jokowi. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here