Terungkap, Alasan Komnas HAM Belum Yakin Putri Candrawathi Dilecehkan Oleh Brigadir J.

206
kasus tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Kasus kematian Brigadir J di kediaman Irjen Ferdy Sambo hingga kini belum juga terungkap.

Awalnya Polri menyatakan bahwa tewasnya Brigadir J akibat aksi baku tembak dengan Bharada E di kediaman Irjen Ferdy Sambo.

Aksi baku tembak Bharada E dan Brigadir J tersebut terjadi akibat adanya dugaan pelecehan kepada Putri Candrawathi, istri Ferdy sambo.

Namun apa yang telah dinyatakan Polri tentang kematian Brigadir J tersebut mulai menemui beberapa kejanggalan.

Kejanggalan tersebut diungkap oleh berbagai pihak, salah satunya Kamaruddin Simanjuntak yang merupakan Pengacara keluarga Brigadir J.

Hal ini menyebabkan banyak pihak yang tidak percaya dengan pernyataan Polri bahwa Brigadir J tewas usai melakukan pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi.

Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam hal ini menyatakan belum yakin tentang adanya dugaan pelecehan seksual dalam kasus ini.

Menurut Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM, hingga saat ini belum ada saksi yang bisa memperkuat dugaan pelecehan seksual dalam kasus kematian Brigadir J.

“Jadi saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada, makanya kami juga belum bisa meyakini apa terjadi pelecehan seksual atau tidak,” katanya dalam diskusi virtual, Jumat 5 Agustus 2022.

Taufan mengakui bahwa Komnas Ham akan tetap berpegang teguh pada standar hak asasi internasional.

Bahwa seseorang yang mengaku dia adalah korban pelecehan seksual tetap harus dilindungi meskipun belum bisa dikatakan benar, dia tetap harus diperlakukan sebagaimana layaknya korban.

Hal itu kemudian membuat Taufan menyatakan bahwa Komnas HAM tidak bisa mengintervensi istri Kadiv Propam tersebut.

Terlebih Putri Candrawathi dalam hal ini masih dalam perawatan psikologis.

“Jadi boleh gak setuju tapi itu standar ham internasional dan sudah masuk dalam sistem nasional kita dalam UU TPKS,” ucapnya.

“Maka kita tidak bisa sekarang ini intervensi lebih jauh ke ibu Putri Candrawathi karena dia masih dalam perawatan psikologis dari psikolog,” tuturnya.

Polisi sebelumnya mengklaim bahwa peristiwa kematian Brigadir J bermula dari pelecehan seksual yang dilakukannya kepada Putri Candrawathi yang merupakan istri atasannya.

Hal itu kemudian yang mengakibatkan aksi baku tembak yang menewaskan Brigadir Yosua Nofrianto Hutabarat di rumah dinas Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

48 − 40 =