Terlihat Jelas, Pelaku Penusukan Wiranto Ternyata Sudah Menunggu, Ini Videonya

373

JAKARTA – Pelaku penusukan Wiranto tertangkap kamera sudah menunggu kedatangan Menkopolhukam sebelum melakukan penyerangan.

Hal itu terlihat dalam satu satu video yang beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 55 detik tersebut, tampak pasangan suami istri itu terlihat sudah menunggu kedatangan Wiranto dari belakang mobil yang ditumpanginya.

Keduanya lantas berjalan pelan dan mendekat saat pintu mobil hendak dibuka.

Sejurus kemudian, pelaku yang diketahui bernama Syahrial Alamsyah alias Abu Rara itu langsung menghujamkan senjata tajam ke arah perut Wiranto.

Sejumlah orang yang melihat hal itu langsung mengamankan dan menangkap kedua pelaku.

Sementara Wiranto yang semula langsung tersungkur usai mendapat hujaman senjata tajam, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Syahrial diketahui pernah tinggal di Jalan Alfakah VI, Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Syahrial sendiri dikenal sosok yang cukup pintar. Pria kelahiran tahun 1988 ini tercatat merupakan tamatan SMA Negeri 3 Medan dan lulusan S1 dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Di kampung halamannya, pria akrab disapa Alam itu dikenal mahir mengoperasikan komputer.

Selama menetap di Medan, Alam jarang bergaul dan rajin beribadah ke Musala yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Pria yang telah memiliki dua orang anak perempuan itu telah bercerai dengan istrinya.

Perceraian itu diduga lantaran Alam tidak memiliki pekerjaan tetap.

Untuk aktivitas kesehariannya mengikuti jamaah pengajian, warga tidak begitu mengetahui, namun, pria terduga teroris itu selalu menutup diri di dalam rumah.

“Sebelum dia (Alam) cerai dengan istrinya, sempat buka mesin judi dindong. Pernah pun digerebek polisi. Setelah itu, kami lihat dia (Alam) memilih untuk menekuni main laptop dan komputer di rumah,” beber Ani, tetanggap Alam.

Usai bercerai, Alam tinggal bersama dengan dua orang anaknya. Warga sekitar hanya mengetahui Alam rajin beribadah.

Setelah adanya proyek tol pada tahun 2017, Alam tidak lagi tinggal di rumah itu setelah mendapat kompensasi ganti rugi.

“Setelah ganti rugi, kami tidak tahu ke mana si Alam pindah. Baru tahu kamo dia (Alam) ternyata pelaku penikaman Wiranto,” kata Ani.

“Yang jelas, selama ini si Alam orangnya pendiam dan tertutup, kami benar-benar tidak menyangka,” ungkap warga lainnya. pojoksatu

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here