Terancam, Relawan Jokowi Ninoy Karundeng Takut Melapor soal Penculikan

396

Jakarta – Pegiat medsos Ninoy Karundeng tidak berani melaporkan insiden penculikan dan penganiayaan yang dialaminya. Relawan Jokowi itu merasa terancam lantaran pelaku sudah mengetahui rumahnya.

“Iya untuk saat ini Bro Ninoy belum mau buat laporan polisi,” kata rekan Ninoy yang juga relawan Jokowi, Jack Lapian, dalam keterangannya kepada detikcom, Selasa (1/10/2019).

Jack mengungkap alasan Ninoy enggan melaporkan kejadian itu ke polisi. Ninoy khawatir akan keselamatan dirinya dan keluarga.

“Salah satunya karena mereka kan mengantarkan Ninoy pulang, jadi tahu rumahnya Ninoy,” imbuh Jack.

Meski begitu, Jack terus mendorong Ninoy melapor polisi. Menurut Jack, tindakan persekusi tidak bisa didiamkan.

“Persekusi harus dilawan,” ucapnya.

Ninoy diduga diculik dan dianiaya saat sedang berada di tengah massa demo di Pejompongan, Senin (30/9) malam lalu. Massa yang mencurigai Ninoy saat mengambil foto-foto kemudian membawanya ke sebuah masjid di Pejompongan.

Ninoy diinterogasi sekelompok pelaku. Mereka juga menganiaya Ninoy hingga babak belur.

Ninoy dicecar soal keaktifannya di media sosial. Dalam situasi di bawah tekanan, Ninoy dipaksa mengaku sebagaibuzzerJokowi-Amin.

Video persekusi terhadap Ninoy beredar viral di media sosial. Ninoy kemudian diantar pulang oleh para pelaku ke rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB.

Jack Lapian sempat menghubungi Ninoy sesaat setelah Ninoy dipulangkan. Kepada Jack, Ninoy menceritakan soal persekusi tersebut.

Jack juga sempat membujuk Ninoy melaporkan tindakan para pelaku. Namun Ninoy masih ketakutan.

“Kalau saya lapor polisi, saya mati. Karena saya kan diantar ke rumah. Merekangamuk Bro, saya selamatajaituudahuntung,” tutur Ninoy kepada Jack.

(mei/mea) detik

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here