‘Tenggelamkan’ Susi Pudjiastuti ‘Ditenggelamkan’ Edhy Prabowo?

1107

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan, jargon ‘tenggelamkan’ yang dipopulerkan Susi Pudjiastuti akan tetap dilanjutkannya.

jargon tersebut disematkan sebagai tindakan tegas terhadap kapal-kapal maling dari negara tetangga yang mencuri ikan di laut Indonesia.

Anak buah Prabowo Subianto itu juga berjanji dengan tegas melanjutkan capaian Susi dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia dari tangan-tangan asing.

Pernyataan itu disampaikan Edhy menjawab ‘titipan’ Susi yang memintanya tetap menjaga kedaulatan laut Nusantara.

Sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan, yang salah satu di antaranya mengatur bahwa usaha penangkapan ikan tertutup untuk asing.

Demikian disampaikan Edhy Prabowo usai acara serahterima jabatan di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).

Edhy menyatakan, industri usaha perikanan kelautan itu harus diutamakan milik dalam negeri, milik masyarakat Indonesia dan nelayan Indonesia.

 

“Ini yang selama ini saya lihat bu Susi sedang perjuangkan,” ucapnya kepada wartawan usai sertijab.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga berjanji akan menindak tegas kapal-kapal maling ikan yang melanggar.

“Kenapa takut? Kedaulatan kita segala-galanya. Apa benar ada kapal yang masuk kita biarkan? Sudah kita ingatkan tetap kita biarkan? Tenggelamkan saja apa susahnya?” tegasnya.

Namun, penenggelaman tersebut bukan hanya serta merta dilakukan tanpa sesuai dengan aturan.

Edhy mengaku akan menenggelamkan kapal seperti Susi yang selalu sesuai dengan aturan yang ada.

Susi Pudjiastuti sendiri dianggap publik satu-satunya menteri Jokowi yang selalu tampil dengan gayanya yang nyentrik.

Susi juga menjadi perbincangan publik saat diketahui bahwa ia hanya lulusan SMP, merokok dan memiliki tato di kakinya.

Akan tetapi, semua itu ditutupnya dengan kinerja yang mengkilap.

Salah satu kebijakan yang cukup momentum adalah penenggelaman kapal-kapal para pencuri ikan di laut Indonesia, pelarangan cantrang dan lainnya.

Susi juga kerap berseteru dengan koleganya sesama menteri di Kabinet Kerja.

Antara lain dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Survei terbaru Alvara Research Center menempatkan Susi Pudjiastuti dengan kinerja tertinggi sebesar 91,95 persen.

Posisi kedua Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) dengan 84,07 persen dan Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan) sebesar 83,39 persen.

Survei digelar pada 12-31 Agustus 2019 terhadap 1800 responden berusia 14-55 tahun di 34 provinsi di Indonesia.

Tingkat kepercayaan terhadap survei 95 persen dan margin of error 2,35 persen.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Comments

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here