Tegaskan Pembangunan Kampung Libatkan Kolaborasi Warga, Anies: Jakarta untuk Semua!

254
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan Jakarta merupakan rumah untuk semua.

Gagasan itu disampaikannya dalam sebuah tulisan yang dia unggah di akun resmi Instagramnya @aniesbaswedan, Senin (6/12/2021).

Dalam keterangan unggahannya, Anies mengatakan kemajuan di Jakarta harus memanusiakan warganya.

Yaitu memberikan kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi semua warganya. Jika itu tak dilakukan, Anies mengatakan solidaritas dan persatuan warga mustahil terwujud.

“Jakarta adalah kota harapan, ruang yang mewadahi ragam mimpi dan harapan dari seluruh penjuru Republik ini. Sebutkan suku dan agama dari seluruh penjuru negeri, semua ada di Jakarta,” tulis Anies.

Di awal tulisannya, Anies mengisahkan penggusuran Kampung Akuarium di Jakarta Utara yang dilakukan lima tahun lalu.

Menurutnya itu merupakan pengalaman berat bagi anak-anak di pesisir utara Jakarta itu.

“Warga jadi pengungsi di kampungnya sendiri. Rumah disapu, status kependudukan dicabut. Masa depan terasa gelap,” tulisnya.

Setelah perjalanan panjang, Anies menegaskan Kampung Susun Akuarium berhasil didirikan pada 17 Agustus 2021.

Dia mengatakan warga Kampung Akuarium dilibatkan dalam rancangan sosial keseharian dan kegiatan ekonominya.

“Bahkan pola kepemilikannya pun tak transaksional. Warga membentuk koperasi permukiman. Anggotanya hanya warga penghuni. Pemerintah memercayakan koperasi ini untuk mengelola dan merawat kampung susun,” kata Anies.

Kisah Kampung Susun Akuarium, menurut Anies menjadi bukti pembangunan kampung kota bukan sekadar mendirikan bangunan.

Melainkan untuk menghadirkan ruang hidup yang memanusiakan warganya.

Mantan mendikbud ini menuturkan kisah Kampung Susun Akuarium merupakan salah satu dari 21 kisah pembangunan kampung yang ditata dengan pendekatan lebih humanis.

“Kita menyebutnya Community Action Plan (CAP). Kata kuncinya community,” ujar Anies.

Oleh sebab itu, Anies menegaskan konsep pembangunan top down yang menjadikan warga sebagai sekadar objek tak lagi relevan.

Menurutnya konsep CAP merupakan ikhtiar bersama mewujudkan pendekatan kolaboratif dan memanusiakan warga dalam pembangunan kampung kota.

“Ini era kolaborasi dan warga adalah subjek yang berperan aktif dalam pembangunan, bukan jadi objek yang ditinggalkan deru kemajuan,” tuturnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : iNews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 4