TEGAS! Ma’ruf Amin Sebut Indonesia Tak Bisa jadi Negara Khilafah: Menyalahi Kesepakatan!

329

Siapa yang tak mengenal presenter sekaligus mentalist, Deddy Corbuzier?

Baru-baru ini, Deddy Corbuzier kembali menyita perhatian netizen hingga rekan sesama selebritis.

Sebelumnya Deddy menghebohkan publik lantaran mengundang Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Kini, melalui akun Instagram pribadinya @mastercorbuzier, pemilik podcats Close The Door tersebut rupanya mengundang tamu yang sangat dihormati di Republik Indonesia, yakni KH. Ma’ruf Amin.

“Let’s start this 2022 with a BANG!! Besok EXCLUSIVE!” tulisnya dilansir Galamedia dari akun Instagram @mastercorbuzier pada Selasa, 4 Januari 2022.

“yang selama ini kita pikir beliau kerjanya apa dan dimana.. You need to see this!!! Gak akan pernah lihat Abah @kyai_marufamin SE GOKIL ini POKOKNYA!!,” sambungnya.

Hadir pada podcast Deddy Corbuzier, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, menegaskan Indonesia tidak bisa menjadi negara khilafah.

Ma’ruf sempat menjelaskan bahwa negara Indonesia saat ini tengah disoroti oleh dunia.

Bukan tanpa sebab, dikatakan Ma’ruf, dunia menyoroti Indonesia lantaran dinilai Indonesia sebagai negara paling toleransi.

“Orang lain kagum Indonesia ini luar biasa, bahkan tentang toleransi, menurut kita kan masih belum baik betul, tapi orang lain kagum,” ucapnya dilansir Galamedia dari saluran YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa 4 Januari 2022.

Lebih lanjut, Ma’ruf juga menceritakan tentang produser film asal Italia yang ingin membuat film tentang Islam Nusantara.

Ma’ruf menyebut alasan produser film itu ingin melihat Islam Nusantara karena dia kagum dengan toleransi yang sangat luar biasa.

“Dia bilang ini nih Islam Nusantara yang sangat toleran, karena itu saya akan bikin film tentang Islam Nusantara saya putar di Eropa dan Amerika,” ucap Wapres Ma’ruf.

Tak hanya itu, Ma’ruf menceritakan tentang Dewan dari Mesir yang ingin belajar kepada Indonesia tentang toleransi.

Ia juga menyebut bahwa sekarang sudah bukan zamannya menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia.

“Karena itu sekarang sudah tidak lagi zamannya menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia,” ucapnya.

“Tapi sekarang harus dibalik menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Arab, tentang tradisi, tentang tatanan kehidupan yang toleran di Indonesia,” tambahnya.

Setelah menceritakan kekaguman orang luar terhadap Indonesia, Deddy Corbuzier pun bertanya perihal khilafah kepada Ma’ruf.

“Artinya Abah tidak setuju dan mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa menjadi negara khilafah?,” ucap Deddy Corbuzier.

“Oh tidak, tidak bisa, karena sudah ada kesepakatan negara kita itu NKRI dasarnya Pancasila, lah kalo membawa khilafah itukan menyalahi kesepakatan,” jawab Ma’ruf.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here