Tanggapi Video Habib Bahar, Guru Besar IPB Tunggu Gebrakan Dudung: Ayo Pak KASAD, Tertibkan yang Bikin Onar

520
Habib Bahar

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Khairil Anwar Notodiputro, menyoroti beredarnya video pendakwah, Habib Bahar bin Smith.

Dalam video yang turut dibagikan Khairil, tampak Bahar sedang menyampaikan dakwahnya di hadapan para jamaahnya.

Bahar menyampaikan dakwah sambil berteriak keras dan menyinggung Habib Rizieq Shihab yang sedang berada di penjara.

Ia tampak marah terhadap jamaah yang hadir lantaran tidak ada satu orang pun yang membela Rizieq yang saat ini berada di penjara.

“Ketika beliau dipenjara kemana kalian hah,” teriak Bahar.

Selain itu, Bahar juga menyinggung soal tewasnya 6 Laskar FPI yang menurutnya mati karena dibantai.

Dan lagi-lagi Bahar menunjukan ekspresi kemarahannya, dikarenakan tidak ada umat yang membela 6 laskar FPI yang tewas tersebut.

“Ketika enam laskar dibantai, kemana kalian,” tanya Bahar.

Tak hanya itu, Bahar juga menyindir intel-intel polisi yang dianggapnya berada dalam ruang lingkup jamaahnya yang hadir itu.

Menurutnya, intel-intel polisi tidak perlu melarang-larang kegiatan maulid nabi, sebab dikatakan Bahar tak ada satupun orang yang bisa menghentikannya.

Bahkan orang-orang yang pro terhadap pemerintah pun menjadi sasaran kemarahannya, lantaran ia menganggapnya sebagai para penjilat.

“Hey intel-intel polisi ente-ente kalau mau intimidasi cari saya Bahar bin Smith, jangan larang-larang maulid nabi, tidak ada satupun yang berhak larang. Julidin acara maulid mereka orang-orang pro pemerintah, penjilat-penjilat pemerintah,” tuturnya.

Menyikapi video yang beredar tersebut, Khairil Anwar Notodiputro pun merasa geram dengan ucapan-ucapan Bahar.

Saking geramnya, ia sampai memperingatkan Bahar terkait baliho-baliho HRS yang pernah dicopot oleh Jenderal Dudung Abdurachman.

Bahkan, Khairil secara terang-terangan menunggu gebrakan Jenderal Dudung yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).

“Tunggu gebrakan dari KASAD @tni_ad .. masih ingat kasus baliho yg diporak-porandakan oleh mantan Pangdam Jaya yg sekarang menjadi KASAD,” tutur Khairil melalui cuitan di akun Twitter pribadinya.

Khairil yang menganggap isi dakwah Bahar sebagai cara untuk memprovokasi bangsa pun, meminta Jenderal Dudung untuk menertibkannya.

Menurutnya, Jenderal Dudung harus mengulangi kesuksesan saat berhasil memporak-porandakan baliho-baliho HRS.

“Mari pak KASAD tertibkan yang bikin onar dan provokasi. Ayo ulangi kesuksesan bapak @tni_ad ketika menertibkan kacaunya BALIHO tempo hari,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 4 = 13