Tanggapi Soal Sumbangan Rp 2 Triliun, Pakar Hukum Pidana Bilang Begini

740

JAKARTA- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad turut menyoroti pemeriksaan terkait dengan sumbangan Rp 2 triliun dari putri Armarhum Akidi Tio, Heryanti.

Sumbangan tersebut rencananya akan diberikan kepada warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang terkenak dampak pandemi Covid-19.

Menurutnya, Heryanti bisa dijerat dengan Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 1946 pasal 14 atau 15 tentang berita bohong.

Itu jika terbukti dengan sengaja menyebarkan berita bohong untuk menimbulkan kegaduhan di tengah publik.

“Bisa dikenakan pasal 14 atau 15 UU No 1 Tahun 1946,” kata Suparji dalam keterangannya kepada wartawan di terima Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Karena itu, Dosen Universitas Al-Azhar itu meminta kepada pihak kepolisian untuk mengungkapkan kasus tersebut secara terang benderang agar tidak menjadi bola liar.

Apalagi, lanjut Supardji kasus sumbangan Rp 2 triliun  dari keluarga almarhum Akidi Tio itu belum ada kejelasan yang jelas.

Kalau memang berniat menipu, tambah Supardji alasan menipu perlu juga untuk diungkapkan.

“Kasus ini harus diperjelas sampai terang benderang. Apa maksud sumbangan tersebut, apakah memang ingin menipu atau ada kendala teknis soal pencairan,” terangnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, pihaknya mengaku memeriksa anak Akidi Tio, Heriyanti, soal pencairan sumbangan Rp2 triliun tersebut.

Ia menyebut, bahwa pihaknya tidak menangkap Heriyanti namun hanya memeriksa untuk meminta keterangan saja.

“Sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Pak Dirkrimum terkait dengan rencana penyerahan bantuan sebanyak Rp 2 T tersebut,” jelas Supriadi dalam konferensi pers di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021).

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kalau tidak ada kendala bisa diselesaikan pemeriksaannya,” sambung perwira tiga melati itu.

Sumber Berita / Artikel Asli : (muf/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here