Tanggapi Seruan Jihad Lawan Densus 88 Anti Teror, Polri: Bareskrim Sedang Dalami Pelaku

362

Kepolisian Republik Indonesia atau Polri, tengah mendalami seruan jihad melawan Densus 88 Anti Teror.

Seruan jihad perang melawan Densus 88 Anti Teror ini menyebar dan beredar di media sosial paska penangkapan tiga terduga teroris, beberapa waktu lalu.

Dari yang tersebar di media sosial, seruan jihad melawan Densus 88 Anti Teror ini ditujukan kepada umat Islam, ulama dan pondok pesantren.

Selain seruan jihad melawan Densus 88 Anti Teror, pesan berantai yang tersar di media sosial juga menyerukan ajakan untuk membakar sejumlah kantor polisi.

Menanggapi itu, Polri saat ini tengah memburu provokator yang mengeluarkan seruan jihad kepada Densus 88 Anti Teror.

Polri Dalami Provokator Seruan Jihad Lawan Densus 88 Anti Teror,” tulis akun Twitter milik Divisi Humas Polri @DivHumas_Polri yang dikutip PikiranRakyat-Depok.com.

Polri menyebut, saat ini Bareskrim tengah mendalami pelaku atau provokator yang menyebarkan seruan jihad tersebut.

“Sedang diprofiling sama Direktorat Siber. Nanti kalau suda ada akan diinfokan,” tulis Divisi Humas Polri.

Sementara itu, Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Anti Teror Polri Kombes Pol Aswin Siregar menyebutkan bahwa pihaknya tidak akan akan terpengaruh dengan unggahan-unggahan provokasi tersebut.

“Kami waspada,” kata Aswin seperti dikutip dari Antara.

Aswin mengatakan Polri sudah memonitor ada unggahan tersebut dan sudah mengantisipasi dengan unit-unit siber yang ada di tingkat Mabes Polri, polda, dan polres.

“Tentu ada unit-unit di Mabes Polri, polda, dan polres yang akan menangani persoalan ITE seperti ini,” ujarnya.

Menurut Aswin, setelah penangkapan tiga terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat, unggahan bernada provokasi terhadap Densus 88 Antiteror sudah lebih berkurang.

“Kalau menurut monitoring kami, justru sudah menurun dan terlihat lebih tenang postingan-postingan tentang penangkapan kemarin di internet dan sosmed,” kata Aswin.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + 5 =